Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sekda Kalbar Harisson Ajak Kolaborasi untuk Kesejahteraan Buruh di Hari Buruh Internasional

Novantar Ramses Negara • Selasa, 6 Mei 2025 | 10:27 WIB
HARI BURUH: Sekda Kalbar Harisson saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) Tahun 2025 di Provinsi Kalbar, di Halaman Kantor Disnakertrans Kalbar, Kamis (1/5).
HARI BURUH: Sekda Kalbar Harisson saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) Tahun 2025 di Provinsi Kalbar, di Halaman Kantor Disnakertrans Kalbar, Kamis (1/5).

PONTIANAK POST - Memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) Tahun 2025 di Provinsi Kalbar, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson memberikan pesan-pesan kepada pekerja dan pengusaha yang hadir dalam agenda tersebut di Halaman Kantor Disnakertrans Kalbar, Kamis (1/5).

Harisson berharap antara buruh, pengusaha dan Pemerintah Provinsi Kalbar maupun Pemerintah Kabupaten/Kota akan terus berkolaborasi dalam meningkatkan kesejahteraan buruh dan meningkatkan hak-hak buruh.

“Kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi di Kalbar ini sekarang 4,9 di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,2 persen. Tahun 2029 Kalbar ditargetkan pertumbuhan ekonominya harus menjadi 7,9 persen, untuk itu Kalbar perlu investasi besar dari luar dan kemudian investasi ini harus berproduksi, supaya kita bisa menuju pertumbuhan ekonomi 7,9 persen itu. Inilah peran dari pemerintah, pengusaha, dan para buruh bagaimana menggerakkan investasi di Kalbar supaya terus tumbuh,” ujar Harisson.

Harisson mengungkapkan Pemprov Kalbar akan terus memantau serta memfasilitasi dalam mempermudah perizinan investasi di Kalbar, dirinya juga akan memperhatikan kesejahteraan hak-hak buruh yang harus dipenuhi oleh para investor yang telah menanamkan investasi di Kalbar.

“Dulu kita punya UPT pengawasan, tetapi karena ada perintah untuk perampingan struktur organisasi, maka sekarang pengawasan itu ada di bidang Disnakertrans, jadi bukan pengawasan itu hilang karena UPT tidak ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalbar akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui berbagai program ketenagakerjaan yang inklusif serta mendengarkan aspirasi dari serikat buruh/pekerja.

“Tadi ada tuntutan untuk memperbaiki Perda tentang Ketenagakerjaan, itu akan kita kaji dulu, kita kaji poin apa yang kira-kira harus dimasukan berdasarkan masukan dari serikat pekerja, serikat buruh yang ada di Kalbar ini untuk kita tampung dalam memperbaiki Perda Ketenagakerjaan di Kalbar,” tutupnya.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Provinsi Kalbar Suherman, menyampaikan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh adalah bukan dengan aksi dan mogok kerja, akan tetapi ketika ada jalan lain yang dirasa memiliki manfaat lebih.

“Ada hal yang bisa ditempuh selain mogok kerja yakni melalui dialog, maka kita menempuh itu agar Kalbar dirasa kondusif, sehingga investasi dapat lebih banyak masuk serta penyerapan tenaga kerja meningkat dan menurunkan angka pengangguran di Kalbar,” ucapnya.

Sebelumnya, Herman dari pihak buruh meminta revisi Perda tentang Ketenagakerjaan Kalbar dan penerbitan Peraturan Gubernur yang hingga kini pelaksanaannya belum dijalankan.

"Kita berharap nanti dengan adanya satgas PHK, desk ketenagakerjaan dan Pengawas Tenaga Kerja dapat mengurangi angka pengangguran dikarenakan investor bisa lebih banyak masuk ke Kalbar,” tutupnya

Agenda tersebut dihadiri beberapa Kepala Perangkat Daerah Kalbar, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Ketua Komisi V DPRD Kalbar dan Pimpinan Perusahaan Swasta. (mse/r)

Editor : Hanif
#Provinsi Kalbar #may day #investasi #harisson #hari buruh #pertumbuhan ekonomi