Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memaparkan, progres renovasi Lapangan Sepak Bola Keboen Sajoek. Dari hasil peninjauan di lapangan, rumput telah tumbuh sekitar 90 persen. Tahapan selanjutnya adalah pemeliharaan dan perataan rumput.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
PONTIANAK POST - “Saya sudah meninjau, rumput di PSP sudah tumbuh 90 persen, tinggal diratakan dan dirapikan,” ujarnya kemarin.
Ia menargetkan stadion kebanggaan warga Kota Pontianak itu mulai beroperasi dalam waktu dekat. Uji coba perdana rencananya akan dilakukan melalui penyelenggaraan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.
“Masih ada beberapa benjolan, artinya perlu diratakan dengan mesin gilas. Harapannya, dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan uji coba,” jelas Edi.
Renovasi Lapangan Keboen Sajoek dimulai pada Juli 2024. Selama proses renovasi, seluruh aktivitas olahraga dihentikan sementara dan dialihkan ke lokasi lain.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal Almutahar menambahkan, perbaikan meliputi rumput lapangan, saluran pembuangan, serta pembenahan tribun penonton.
“Yang paling utama akan kami benahi adalah lapangan. Lapangan ini sudah tidak memenuhi standar, ada bagian yang cekung. Begitu pula dengan saluran got dan sistem pembuangannya yang juga tidak sesuai standar,” imbuh Rizal.
Menurutnya, Lapangan Keboen Sajoek telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pontianak, apalagi letaknya yang strategis di jantung kota menjadikannya lokasi favorit untuk berolahraga, khususnya sepak bola.
“Lapangan ini menjadi pilihan utama masyarakat. Karena lokasinya berada di jantung kota, tidak heran jika antusiasme masyarakat untuk menggunakannya cukup tinggi,” katanya.
Renovasi lapangan ini dimulai pada Juli 2024 dan selama prosesnya, seluruh aktivitas olahraga di lapangan dialihkan ke lokasi lain. Diharapkan dengan selesainya renovasi, Lapangan Keboen Sajoek akan kembali menjadi pilihan utama masyarakat untuk berolahraga, terutama sepak bola, karena lokasinya yang strategis di pusat kota.
Sebelum menjadi lapangan sepak bola, area Keboen Sajoek dulunya merupakan tanah lapang yang digunakan untuk bercocok tanam oleh etnis Tionghoa.
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, wilayah ini kemudian dikembangkan menjadi lapangan sepak bola. Lapangan ini diberi nama Pontianak Sport Vereeniging (PSV). Dalam dialek lokal, nama ini lebih akrab disebut dengan PSP.
Lapangan Keboen Sajoek memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi tempat pengibaran bendera Merah Putih pertama kali di Pontianak pada tanggal 19 September 1945.
Peristiwa ini digagas oleh Persatuan Pemuda Republik Indonesia (PPRI) dan menandai Pontianak sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beberapa sumber lain menyebutkan tanggal pengibaran pertama adalah 23 Oktober 1945.
Selain sebagai pusat olahraga sepak bola, Lapangan Keboen Sajoek juga menjadi tempat digelarnya berbagai kegiatan lain seperti pertandingan antarpelajar dan festival.
Seiring berjalannya waktu, lapangan ini menjadi markas dan tempat latihan bagi Persatuan Sepak Bola Pontianak (Persipon).
Saat ini, Lapangan Keboen Sajoek sedang direnovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitasnya dan menjadikannya kembali sebagai pusat pertumbuhan sepak bola di Kalimantan Barat. Renovasi ini juga diharapkan dapat menghidupkan kembali semangat olahraga di kota Pontianak.(*)
Editor : Hanif