PONTIANAK POST – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat prestasi membanggakan dalam realisasi pendapatan daerah. Hingga 30 April 2025, Kalbar menempati peringkat kedua tertinggi secara nasional. Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Realisasi Anggaran yang digelar secara virtual, Kamis (8/5).
Rakor yang dipimpin Mendagri itu diikuti Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson, serta jajaran perangkat daerah terkait di Ruang Analisis Data (DAR), Kantor Gubernur Kalbar. Menurut data Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Kemendagri, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalbar yang terbaru sudah mencapai Rp1,43 triliun atau 45,63 persen dari target. Angka ini menempatkan Kalbar di urutan kedua nasional, tepat di bawah Papua Tengah.
"Papua Tengah memang istimewa karena adanya royalti dan Freeport. Tapi Kalimantan Barat juga menunjukkan kinerja yang baik dari sisi pendapatan daerah," puji Tito dalam rapat tersebut. Selain itu, Kalbar juga mencatat realisasi belanja daerah sebesar Rp2,17 triliun atau 23,94 persen dari total anggaran, menempati peringkat ke-11 nasional. Angka ini relatif lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Namun, Tito mengingatkan agar daerah terus mendorong percepatan belanja, karena rendahnya realisasi bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ia bahkan menegaskan perlunya evaluasi ketat terhadap kinerja perangkat daerah. "Kalau realisasi rendah, dan tidak menunjukkan perbaikan, maka kepala daerah harus berani mengganti Kepala Dinas Pendapatan dan Kepala Badan Keuangan Daerah yang tidak optimal," tegasnya.
Mendagri juga mendorong pemerintah daerah agar fokus mempercepat pembangunan infrastruktur, termasuk dapur umum untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kawasan prioritas nasional lainnya.
Sementara itu, Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyambut baik apresiasi tersebut. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras dalam 77 hari kerja dirinya menjabat sebagai Gubernur, bersama Wakil Gubernur (Wagub), Krisantus Kurniawan.
Ia berharap tren positif ini terus terjaga untuk memperkuat kemandirian fiskal, dan mendukung pembangunan Kalbar ke depan. "Untuk pendapatan, kita (Pemprov) nomor dua se-Indonesia. Kemudian belanja juga kita bagus di atas rata-rata nasional. Dari APBD kita, mudah-mudahan ke depan tetap bisa kita pertahankan," ujar Norsan.(bar/r)
Editor : Hanif