Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Menteri UMKM RI Ajak Pengusaha Sambas Naik Kelas, Buka Peluang di Sektor Strategis Pertambangan dan Perumahan

Deny Hamdani • Selasa, 13 Mei 2025 | 13:17 WIB
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengajak para pengusaha UMKM asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, untuk berani naik kelas.
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengajak para pengusaha UMKM asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, untuk berani naik kelas.

PONTIANAK POST - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengajak para pengusaha UMKM asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, untuk berani naik kelas. Ia tidak ingin lagi UMKM hanya dipandang sebagai usaha kecil di pinggir jalan seperti pedagang sate atau pecel lele, melainkan entitas bisnis yang besar dan memiliki potensi untuk berkembang di sektor-sektor strategis.

Ajakan ini disampaikan Maman saat menghadiri acara "Silaturahmi dan Saresehan Ekonomi" yang diikuti oleh sekitar 200-an pelaku UMKM dari Sambas, Jakarta, Jumat (9/5) malam.

“Saya katakan, persepsi bahwa UMKM itu hanya usaha kaki lima itu salah. UMKM adalah bisnis besar, dan harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas,” tegas Maman.

Dalam kesempatan tersebut, Maman menyebut dua langkah strategis yang sedang ia perjuangkan agar UMKM bisa naik level. Pertama, dalam revisi Undang-Undang Pertambangan, ia memastikan adanya peluang bagi UMKM untuk mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Ini membuka pintu lebar bagi pelaku usaha mikro hingga menengah untuk ikut berperan di sektor pertambangan.

Kedua, Maman juga mendorong UMKM masuk ke sektor konstruksi, khususnya dalam program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi target Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha besar dan UMKM dalam skema pembiayaan dan ekosistem bisnis.

“Harus ada "clustering" ekosistem usaha yang saling mendukung. Beberapa pengusaha besar sudah mulai terlibat aktif dalam hal pembiayaan perumahan dan membantu UMKM naik kelas,” imbuhnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Sambas, H. Satono, yang menyatakan komitmen daerahnya dalam mendukung perkembangan UMKM. Ia menyebut bahwa Sambas, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, memiliki potensi besar di sektor pertanian, terutama surplus beras pada tahun 2024 sebesar 40.010 ton.

"Selain itu, kami juga ingin para pelaku UMKM Sambas bisa berkontribusi dalam mewujudkan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sesuai kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Nicolaus Prawiro, mengatakan meskipun situasi ekonomi global tengah tidak mudah, semangat para pelaku UMKM Sambas tetap tinggi. Kehadiran Menteri UMKM diharapkan memberikan pencerahan dan motivasi baru bagi mereka.

Tema acara pun mencerminkan semangat ini: “Peluang dan Sinergi Pengusaha & Pelaku UMKM dalam Membangun Ekonomi Daerah Perbatasan untuk Percepatan Program Asta Cita Presiden Prabowo di Tengah Dinamika Ekonomi Global.”
Acara yang meriah ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh UMKM dari seluruh Kalimantan Barat, mulai dari Sintang hingga Paloh, serta paguyuban warga Kalbar di Batam dan Surabaya.

Sebagai tindak lanjut, Menteri Maman mengusulkan agar acara serupa digelar enam bulan mendatang, dengan dirinya bersedia menjadi tuan rumah atau host. “Saya yang jadi host-nya,” tutup Maman dengan semangat, menutup silaturahmi yang sarat makna dan optimisme.(den)

Editor : Hanif
#Menteri umkm #iup #naik kelas #Silaturahmi #Kabupaten Sambas #maman abdurahman #Pengusaha UMKM