PONTIANAK POST - SMKN 5 Pontianak, Kalimantan Barat mewakili provinsi Kalbar dalam penilaian Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2025. Sebelumnya, tahun 2017 dan 2024 SMKN 5 Pontianak telah meraih predikat Adiwiyata di tingkat Nasional.
Penghargaan Adiwiyata adalah sebuah penghargaan yang diberikan bagi sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan PBLHS (peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah), yaitu aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup.
Setelah berhasil mempertahankan dan menginovasikan program-program lingkungan hidup sehingga meraih penghargaan Adiwiyata Nasional, kini SMKN 5 Pontianak melakukan berbagai persiapan menuju Penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Kepala SMKN 5 Pontianak, Millu Hatriwati, S.Pd.,M.Pd bersama seluruh warga sekolah berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip lingkungan hidup secara berkelanjutan.
"Jadi bukan hanya kepala sekolahnya dan tim saja, tetapi juga tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik, bahkan kantin sekolah," ulasnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah. Mulai dari implementasikan sistem pengelolaan sampah yang efektif bahkan bernilai jual, penghijauan dengan menanam pohon untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi polusi.
"Hidroponik dan penanaman tanaman dalam pot kami lakukan karena metode ini efektif untuk berkebun di lahan terbatas, termasuk di dalam ruangan," jelasnya.
Sekolah ini juga mengolah limbah rambut dari hasil praktik siswa menjadi produk sanggul. Menerapkan hotel ramah lingkungan dengan mengolah limbah melalui IPAL, menata ruang dengan konsep berbudaya lingkungan misalnya menggunakan bunga-bunga asli, tidak lagi menggunakan air mineral botol. Termasuk di kantin sekolah.
"Meminimalkan penggunaan barang-barang yang hanya digunakan sekali dan kemudian dibuang, seperti kantong plastik, sedotan plastik, dan wadah makanan sekali pakai. Ini praktik penting dalam pengelolaan limbah yang dikenal sebagai "reduce" dalam konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle)," ujarnya.
SMK ini memasukkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang lingkungan hidup. "Kami berkomitmen untuk membiasakan perilaku warga sekolah berbudaya lingkungan, termasuk dalam pembelajaran," ujarnya.
Dengan upaya-upaya tersebut, SMKN 5 Pontianak berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola lingkungan hidup yang baik dan menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri yang berkualitas.
SMKN 5 Pontianak juga menginspirasi dan mendorong sekolah lain untuk mengikuti jejak keberhasilan mereka dalam program Adiwiyata. Saat ini ada tiga sekolah binaan yang didampingi yang dikemas dalam beberapa program berbasis lingkungan.
"Tentu kami berharap sekolah-sekolah binaan kami ini dapat meningkatkan status dari tingkat kabupaten/kota ke tingkat provinsi,nasional dan Mandiri," pungkasnya. (mrd/ser)
Editor : Miftahul Khair