PONTIANAK POST - Jemaah haji Kalimantan Barat masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan ke Tanah Suci. Keberangkatan 2.519 jemaah haji dimulai pekan ini, 22-31 Mei 2025 melalui Embarkasi Batam.
Sebanyak 441 jemaah Kalbar kelompok terbang (kloter) pertama telah diberangkatkan Kamis (22/5) dari Bandara Supadio menuju Embarkasi Batam. Jemaah dibagi dalam tiga kali penerbangan.
Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi'i mengatakan, haji tahun 2025 akan menjadi "haji wada" (haji terakhir) bagi Kementerian Agama.
"Haji 2025 menjadi haji terakhir dikelola Kemenag. Karenanya, haji tahun ini harus jadi legacy dengan memberikan layanan terbaik untuk jemaah haji. Tahun depan, pengelolaan haji dilanjutkan oleh Badan Penyelenggaraan Haji, yang telah dibentuk Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Wamenag saat kunjungan kerja di Pontianak.
Romo menekankan pentingnya pelayanan maksimal dari para petugas haji kepada jemaah. Ia mengingatkan bahwa status petugas haji sangatlah istimewa, namun juga penuh tanggung jawab.
"Jangan menyelewengkan tugas ketika berada di Tanah Suci. Petugas yang abai pasti akan mendapat teguran dari Sang Pencipta. Bagi yang mencuri-curi (waktu), dia mungkin fokus mengejar ibadah arba'in di Masjid Nabawi. Bukan hanya hina di mata Allah, nggak diizinkan Allah naik haji, dan akan dideportasi. Kami pulangkan lebih awal ke Indonesia," tegas Romo Syafi'i.
Wamenag menekankan bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani jemaah, bukan semata-mata untuk menunaikan ibadah haji. Kesempatan menunaikan ibadah haji adalah bonus dari Allah SWT atas pelayanan yang diberikan.
"Jadi bertugaslah sebagai petugas. 'Ya Allah, aku datang melayani tamu engkau ya Allah. Tapi beri aku waktu sedikit untuk bisa menunaikan haji'," tuturnya.
"Jadi haji itu bonus. Sekali lagi, kalian berangkat bukan untuk naik haji. Jaga nama bangsa, berangkat untuk melayani," imbuhnya.
Kepada jemaah haji, Wamenag meminta untuk meluruskan niat, menjaga kesehatan dan tidak memaksakan ibadah di Masjidil Haram.
"Terlebih kepada jemaah haji yang lansia dan risti (risiko tinggi), jangan memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram. Ibadah di hotel, yang masuk di tanah haram, pahalanya sama dengan ibadah di Masjidil Haram," jelasnya.
Wamenag juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. Ia menyebutkan beberapa inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto, seperti penetapan Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta sebagai terminal khusus haji, rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi, hingga penurunan ongkos naik haji (ONH) yang signifikan.
“Jemaah nantinya akan menikmati layanan makanan prasmanan khas Nusantara, bukan lagi nasi kotak. Ini adalah bentuk penghormatan negara terhadap tamu-tamu Allah,” jelasnya.
Optimisme terhadap kemajuan Indonesia di sektor lain pun turut disampaikan, termasuk capaian Indonesia sebagai pengekspor beras ke Malaysia dan Jepang serta upaya mengurangi ketergantungan impor minyak.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, yang turut hadir dalam acara pelepasan, menyampaikan doa dan harapan bagi para jemaah. Ia mengingatkan bahwa hanya sebagian kecil umat Islam yang diberi kesempatan berhaji.
“Ini adalah panggilan Allah, bukan semata karena harta atau jabatan. Maka jalani ibadah ini dengan sabar dan rendah hati,” ucapnya.
Norsan juga berpesan agar para jemaah membawa kesabaran dalam jumlah besar selama di Tanah Suci. “Kalau ongkos haji itu satu karung, maka bawalah kesabaran sepuluh karung. Haji bukan sekadar kekuatan fisik, tetapi juga ujian kesabaran dan kedewasaan hati,” pesannya.
Dengan keberangkatan Kloter 21 ini, seluruh jemaah haji asal Kalimantan Barat yang berjumlah lebih dari seribu orang telah resmi diberangkatkan ke Tanah Suci. (mse/mrd)
Editor : Hanif