PONTIANAK POST- Sebanyak 443 jemaah berasal dari Sambas, Kubu Raya, Pontianak, dan petugas yang tergabung dalam kelompok terbang 21 menjadi kloter pertama Kalbar yang diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (23/5). Selama penerbangan yang memakan waktu lebih kurang 9 jam 30 menit itu, jemaah sudah menggunakan baju ihram.
Kementerian Agama telah mengimbau agar jemaah haji yang berangkat pada gelombang kedua sudah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air. Imbauan ini diberikan agar jemaah dapat melaksanakan niat, baik di pesawat saat berada di Yalamlam ataupun nanti pada saat berada di Bandara Jeddah.
Pelepasan Jemaah Haji Kalimantan Barat Kloter 21 Embarkasi Batam (BTH) berlangsung tertib, aman, lancar, dan penuh khidmat. Acara pelepasan resmi dilaksanakan di Embarkasi Batam dan dipimpin oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalbar, Mulyadi, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat.
Mulyadi menyampaikan pesan dari Gubernur Kalbar agar seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, saling tolong-menolong, meningkatkan kesabaran, serta memperbanyak istighfar selama menjalankan ibadah haji. Ia juga menyampaikan ucapan selamat jalan atas nama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kalbar.
"Semoga seluruh proses ibadah berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Zulkarnain Umar melaporkan, Kloter 21 berjumlah 443 orang. Rinciannya, 307 jemaah berasal dari Kabupaten Sambas, 129 dari Kabupaten Kubu Raya, dan 3 jemaah dari Kota Pontianak. Kloter ini juga didampingi oleh empat petugas kloter.
Namun, terdapat dua jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan karena alasan kesehatan. Mereka adalah Muhammad Ali Sidek (69) dan istrinya, Halimah Muhammad Taher (65), warga Parit Keladi, Desa Pal Sembilan, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penundaan dilakukan karena sang istri sedang dalam proses observasi kesehatan dan keberangkatannya masih menunggu informasi lanjutan dari Balai Kesehatan Haji Indonesia (BKKHI).
Sesuai jadwal, pesawat yang membawa jemaah Kloter 21 akan lepas landas dari Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 13.55 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi, pukul 19.10 waktu setempat. Selama di tanah suci, jemaah Kloter 21 akan menempati wilayah Sisah, sektor 1.
Doa pelepasan jemaah dipimpin oleh Pembimbing Ibadah Haji Kloter 21, H. Mahmud. Sementara itu, untuk kepulangan, jemaah Kloter 21 dijadwalkan kembali ke Debarkasi Batam pada tanggal 6 Juli 2025 pukul 01.15 WIB.
"Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran dalam menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci," harapnya.
Berdasarkan data dari Kemenag Kalbar, sebanyak 879 jemaah haji Kalimantan Barat yang tergabung dalam kloter 21 dan 22 telah diberangkatkan Embarkasi Batam. Jemaah tersebut berasal dari Sambas, Kubu Raya, Mempawah, Kayong Utara, Melawi, PHD dan KBIHU. Tiba di Batam, jemaah mengikuti pemantapan manasik haji di Embarkasi Batam.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan akhir menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Pemantapan manasik berlangsung di Masjid Annamiroh, Batam, dan dibimbing langsung oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam.
Pemberangkatan jemaah haji ke Embarkasi Batam dilanjutkan pada Senin, (26/5) yang tegabung dalam kloter 23 terdiri dari jemaah asal Pontianak, Singkawang, Sanggau, PHD dan KBIHU sebanyak 336 orang. (mrd)
Editor : Miftahul Khair