PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan perbaikan asrama atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), dan lintasan sintetik di GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Komisi X DPR RI.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar, Windy Prihastari, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi X DPR, My Esti Wijayati di Pontianak, Kamis (22/5).
"Ibu My Esti datang langsung untuk melihat kondisi fasilitas olahraga, khususnya Asrama PPLP, dan lintasan SSA," ujar Windy.
Kunjungan dimulai dengan peninjauan Asrama PPLP di Jalan Karya Bhakti, Kota Pontianak. Hadir pula sejumlah anggota Komisi X DPR RI, seperti Juliyatmono, Lita Machfud Arifin, Muhammad Himan Mufidi, serta perwakilan Kemenpora. Antara lain ada Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat, Daerah dan Internasional Suyadi Pawiro, dan Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Anwar.
Dalam kesempatan yang sama, My Esti menyampaikan bahwa kunjungan itu untuk melihat langsung kondisi sarana olahraga, dan mendengar aspirasi dari para atlet.
“Asrama PPLP yang kami kunjungi sudah dalam kondisi rusak berat, dan tidak bisa digunakan. Para atlet saat ini harus menumpang di Wisma Atlet Kalbar,” ungkapnya.
Dalam dialog bersama atlet, dan pelatih, atlet lompat jangkit dan lompat jauh Katyea Ebri Safitri turut menyampaikan keluhan soal kondisi lintasan sintetik GOR SSA yang rusak. Katyea merupakan peraih medali emas ASEAN School Games 2024, dan juara empat Kejuaraan Asia U-20 di Dubai.
Menanggapi keluhan itu, rombongan Komisi X langsung meninjau lintasan tersebut. Kondisinya, kata My Esti, sangat memprihatinkan. “Permukaan track sudah bergelombang, berlubang, dan sangat berisiko menyebabkan cedera bagi atlet,” tegasnya.
Ia menyatakan tidak bisa langsung menjanjikan perbaikan, namun memastikan aspirasi tersebut akan dibawa ke pembahasan di tingkat pusat. “Semua harus melalui mekanisme penganggaran. Tapi kami dari Komisi X akan menyuarakan hal ini ke Kemenpora agar fasilitas olahraga, khususnya untuk pendidikan atlet, bisa lebih diperhatikan,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, para atlet juga berharap agar setelah lulus SMA bisa memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Kegiatan ditutup dengan peninjauan tempat latihan angkat berat, dan GOR Terpadu di kawasan Gelora Khatulistiwa.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut, dan berharap perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana olahraga di Kalbar agar bisa ditingkatkan.
“Asrama PPLP saat ini sudah tidak bisa digunakan. Kami berharap ada dukungan dari Kemenpora untuk pembangunan kembali,” kata Windy.
Ia juga menambahkan, lintasan sintetik GOR SSA merupakan bantuan dari Kemenpora pada 2011, yang kini sudah tak layak pakai.
“Kami harap bisa mendapatkan bantuan kembali demi keselamatan, dan kenyamanan atlet saat berlatih,” tutup Windy. (bar)
Editor : Miftahul Khair