PONTIANAK POST – Dua Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kalimantan Barat (Kalbar) dari Kloter 21 dan Kloter 22 dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setibanya di Mekkah, Arab Saudi. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar, Harisson yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kalbar, Minggu (25/5). Menurut Harisson, dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar, satu jemaah dari Kloter 21, seorang nenek berusia 70 tahun, asal Kabupaten Kubu Raya, harus dirujuk ke Saudi National Hospital, Makkah. Jemaah tersebut didiagnosis mengalami sesak napas karena infeksi paru.
"Jemaah ini sedang dalam penanganan medis, sementara kondisi (jemaah) lainnya dari kloter tersebut (21) terpantau sehat oleh Tim Kesehatan Haji (TKH)," ujar Harisson dalam keterangan tertulisnya.
Adapun kloter 21 terdiri dari 443 orang jemaah, dan petugas, berasal dari Kabupaten Sambas dan Kubu Raya. Mereka berangkat dari Bandara Hang Nadim, Batam pada 23 Mei 2025 pukul 13.55 WIB, dan tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah pukul 19.00 WAS. Dari jumlah tersebut, 277 orang atau sekitar 62 persen merupakan jemaah risiko tinggi (resti).
Sementara itu, satu jemaah dari Kloter 22, seorang kakek berusia 65 tahun asal Kabupaten Mempawah juga dirawat di penginapan Hotel Rabiyeh Al Hijaz karena mengalami retensio urin, atau tidak bisa buang air kecil. “Tapi yang bersangkutan telah lepas kateter, dan masih dalam observasi selama 24 jam,” jelasnya.
Untuk kloter 22 sendiri, dikatakan dia, berisi 445 orang jemaah, dan petugas dari Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, dan Kayong Utara. Mereka bertolak dari Batam pada 24 Mei 2025 pukul 14.10 WIB dan tiba di Jeddah pukul 19.20 WAS. Dari jumlah tersebut, 292 orang atau sekitar 66 persen merupakan jemaah resti.
Harisson menegaskan bahwa selain dua kasus tersebut, seluruh jemaah haji Kalbar dalam kondisi sehat, dan tetap dipantau secara berkala oleh petugas kesehatan. “Kami selalu berharap, dan mendoakan seluruh jemaah kita (Kalbar) dalam keadaan sehat, dan bagi yang sakit agar bisa segera pulih, untuk kembali melanjutkan seluruh rangkaian ibadah haji di tanah suci,” harapnya.
Dalam upaya memastikan kelancaran, dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji tahun 2025, Dinkes Kalbar turut berperan aktif dengan menyediakan berbagai layanan kesehatan bagi para jemaah calon haji. Kepala Dinkes Kalbar, Erna Yulianti mengatakan, layanan kesehatan tidak hanya mencakup aspek medis, tetapi juga sektor pendukung lainnya seperti mobilisasi, dan keamanan konsumsi bagi jemaah yang berasal dari 14 kabupaten/kota di Kalbar.
“Posko yang kami bentuk ini guna menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk konsultasi dengan dokter dan nakes jaga yang kita siagakan 24 jam penuh di Posko Layanan Kesehatan,” ujarnya. Ambulans juga disiagakan sebagai langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat sebelum jemaah diberangkatkan ke Embarkasi Batam. “Kalau ada kondisi yang memerlukan rujukan ke rumah sakit, ambulans sudah siap,” timpalnya.
Untuk membantu jemaah lansia atau yang mengalami keterbatasan mobilitas, Dinas Kesehatan turut menyediakan layanan porter kursi roda. “Layanan ini kita hadirkan untuk membantu memperlancar proses keberangkatan tanpa mengorbankan kenyamanan jamaah,” tegas Erna. Tak hanya aspek fisik, aspek konsumsi juga menjadi perhatian. Melalui program food security, petugas kesehatan melakukan inspeksi terhadap menu dan bahan makanan. Pemeriksaan ini mencakup pengambilan sampel untuk uji laboratorium guna mencegah risiko keracunan atau penyakit bawaan makanan.
Selain itu, tim kesehatan juga diturunkan ke lokasi Embarkasi Batam untuk mendampingi proses administrasi, melakukan monitoring, hingga memastikan kelayakan kesehatan para calon jemaah.
“Seluruh layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi calon jemaah haji,” kata Erna. “Kesehatan jamaah adalah prioritas utama. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air, dapat berjalan lancar dan aman dari aspek kesehatan,” tambahnya.(bar)
Editor : Hanif