Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Festival Bakcang di Pontianak, Bangkitkan Potensi Wisata dan Budaya

Marsita Riandini • Jumat, 30 Mei 2025 | 20:37 WIB
Yandi, Anggota DPRD Kota Pontianak.
Yandi, Anggota DPRD Kota Pontianak.

PONTIANAK POST - Pada tahun 2025 ini, perayaan Hari Bakcang kembali digelar dengan semarak di Pontianak, Sabtu (31/5). Yandi, Anggota DPRD Kota Pontianak berharap festival ini menjadi tontonan yang memasyarakat bukan sekadar acara seremonial.

Yandi mengajak seluruh masyarakat meramaikan acara festival bakcang yang berlangsung hari ini, dimulai pukul 10.30 WIB dari pelabuhan Seng Hie kemudian menyusuri Sungai Kapuas.

Ia mengatakan hari Bakcang merupakan salah satu hari istimewa bagi masyarakat Tionghoa. Karena itu, momen ini selalu dinanti setiap tahunnya.

Festival bakcang ini, lanjut dia digelar untuk mengenang dan menghormati jasa seorang tokoh yang dicintai dan dikenal baik oleh rakyatnya. Namun, adanya tekanan dari pemerintah pada masa itu, tokoh tersebut mengakhir hidupnya dengan terjun ke sungai.

Untuk menjaga jasadnya agar tidak dimakan hewan sungai, dibikinlah bakcang dan dilempar ke sungai. "Pikiran orang zaman dulu dengan dilempari bakcang-bakcang, maka ikan-ikan tidak memakan jasad pejabat tadi, justru memakan bakcang," ujarnya Jumat (30/5).

Festival ini, lanjut Yandi telah digelar sejak 10 tahun lalu di Kota Pontianak. "Koko Meimei sejak 10 tahun lalu sudah mempelopori pelaksanaan festival bakcang di Sungai Kapuas, berada di kapal," ungkapnya.

"Sebagian besar masih percaya kalau pada hari besok (hari ini, red) di jam 12.00, kalau kita dapat air di sungai yang diyakini akan berhenti sebentar arusnya, maka air itu bisa dipakai untuk berbagai hal. Orang-orang zaman dulu menyimpan air itu. Kalau ada sakit, dimandikan dengan air itu dipercaya bisa membawa sesuatu kebaikan," lanjutnya menjelaskan.

Koko Meimei, belasan anggota DPRD akan hadir dan turut menyusuri sungai dengan kapal sebagai upaya menyemarakkan, serta ingin memberitahu bahwa ada festival bakcang yang memiliki potensi untuk menarik wisata, yang bisa digarap serius.

"Nanti akan ada perang-perangan air, kemudian ada juga yang mandi di tepian Sungai Kapuas. Nah ini bisa kita lihat sebagai sebuah potensi yang bisa digarap ya. Makanya kami hadir untuk memeriahkan acara ini. Sekaligus ingin menunjukkan kepada pemerintah potensi ini perlu mendapatkan perhatian yang serius," katanya.

Yandi melihat Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota ini belum begitu fokus terhadap potensi ini dan semata-mata menyerahkan kepada pihak tertentu menyelenggarakan secara seremonial saja.

"Harusnya ini bisa digarap sehingga menjadi konsumsi publik semua tanpa membedakan agama, etnis, bisa dinikmati semua dan menjadi tontonan yang meriah. Kalau sekadar seremonial, itu hanya untuk kalangan tertentu saja. Dia tidak menjadi festival yang memasyarakat," pungkasnya. (mrd)

Editor : Miftahul Khair
#wisata #Festival Bakcang #tionghoa #budaya