PONTIANAK POST - Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menggelar reuni akbar yang mempertemukan alumni lintas angkatan, dari 1974 hingga 2021, Sabtu (31/5). Kegiatan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah refleksi atas peran lulusan hukum dalam menjaga marwah penegakan hukum di Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Ikatan Alumni Untan, Sutarmidji, yang merupakan alumni Fakultas Hukum Untan angkatan 1982. Dalam sambutannya, Sutarmidji menegaskan pentingnya menjaga nilai dasar yang menjadi fondasi bagi lulusan hukum, yakni integritas.
“Pesan saya kepada para alumni yang paling penting adalah bagaimana tetap menjaga integritas sebagai lulusan Fakultas Hukum Untan. Kita boleh kehilangan apapun yang ada pada diri kita, tapi satu hal yang tak boleh hilang dan tak boleh digadaikan hingga akhir hayat adalah integritas,” tegasnya.
Menurutnya, integritas adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap Aparat Penegak Hukum (APH), baik secara individu maupun kelembagaan. Ia juga menyoroti pentingnya menempatkan perkara hukum secara objektif sesuai aturan tanpa intervensi politik ataupun tekanan kekuasaan.
“Jika semua kasus diletakkan pada aturan yang berlaku, maka tidak akan ada lagi anggapan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kami sangat berharap masih ada pengajar hukum yang tetap idealis, dan berintegritas baik,” jelasnya.
Ia berharap, fakultas hukum dapat terus mencetak lulusan yang mumpuni, dan berani menyuarakan kebenaran ketika terjadi penyimpangan terhadap hukum demi kepentingan pribadi, keluarga, maupun politik.
Sutarmidji juga mengajak mahasiswa hukum untuk terus kritis terhadap proses penegakan hukum. Ia mengingatkan bahwa kerusakan sistem hukum akibat kepentingan dapat menyeret suatu negara ke dalam kehancuran.
“Coba baca kembali sejarah runtuhnya Uni Soviet, Yugoslavia, beberapa negara Arab. Ada negara yang tatanan hukumnya hancur karena hukum dijadikan alat untuk meraih kepentingan dengan cara tidak benar. Maka lahirlah tatanan baru seperti Iran dan Irak. Kita cinta pada negara yang multi etnis, agama, dan sosial, tapi tetap diikat dalam bingkai dasar negara, Pancasila,” ujarnya.
Di penghujung sambutan, Midji-sapaan karibnya mengucapkan selamat memperingati Hari Lahir Pancasila, dan mengajak seluruh civitas akademika serta alumni Fakultas Hukum Untan untuk terus menjunjung tinggi supremasi hukum demi Indonesia yang sejahtera, dan berkeadilan.
“Reuni akbar ini juga menjadi ruang perenungan bersama atas tantangan integritas dalam dunia hukum. Karena dengan menjaga integritas hukum artinya kita juga menjaga masa depan bangsa,” tutupnya.(bar)
Editor : Hanif