PONTIANAK POST - Setelah melalui proses panjang dan perjuangan dari berbagai pihak, Bandara Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat akhirnya resmi kembali menyandang status internasional. Pencapaian ini menjadi angin segar sekaligus harapan besar bagi masyarakat Kalbar untuk lebih terhubung dengan dunia luar.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H. Prabasa Anantatur, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan pemulihan status internasional Bandara Supadio.
Ia mengatakan bahwa pembukaan bandara ini sebagai langkah penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, hingga konektivitas transportasi udara di Kalimantan Barat.
"Alhamdulillah, kita (Warga Kalbar) now (sekarang), bisa merayakan kembalinya Bandara Supadio sebagai bandara internasional. Ini adalah hasil perjuangan Bersama dari DPR RI dapil Kalbar, Gubernur, Wakil Gubernur, DPRD Kalbar dan semua pihak yang tidak kenal lelah memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Prabasa, Rabu (4/6) di Pontianak.
Menurut Prabasa, status internasional bukan sekadar simbol belaka. Yang lebih penting adalah pengembangan rute penerbangan langsung ke negara tetangga seperti Kuching, Kuala Lumpur (Malaysia) dan bandara lainnya.
Bahkan apabila berkembang bisa juga terbang langsung ke Brunei Darussalam, Singapura dan bahkan Cina. Selain itu, ia juga menyinggung rencana pengembangan landasan pacu yang lebih panjang agar dapat menampung pesawat berbadan lebar.
"Kita ingin tidak hanya jadi bandara transit domestik dan internasional biasa. Cita-cita kita, Embarkasi Haji sendiri dari Pontianak nantinya dapat direalisasikan. Tentu jemaah haji Kalbar tidak perlu lagi harus singgah di Batam, jika ingin berangkat haji," katanya dengan nada optimis.
Sekretaris DPD Golkar Provinsi Kalimantan Barat ini menambahkan, pengembangan infrastruktur bandara juga berpotensi memberikan manfaat strategis bagi wilayah-wilayah terdepan seperti Natuna.
“Wilayah Natuna yang cukup dekat dengan Pontianak, tidak perlu warganya ke Batam terkait haji. Jelas ini dapat memudahkan akses dan meningkatkan efisiensi,” tambahnya.
Siapkan Fasilitas Imigrasi Bertaraf Internasional
Untuk mendukung status barunya, Bandara Supadio juga harus siap dengan fasilitas dan layanan bertaraf internasional. Salah satunya adalah sistem imigrasi yang lebih modern dan cepat.
DPRD Kalbar sendiri jauh-jauh hari bahkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memastikan persiapan tersebut.
"Jangan sampai karena masalah administrasi, potensi besar dari bandara ini tidak bisa dimaksimalkan. Kita dorong semua pihak untuk bekerja sama, termasuk instansi terkait seperti imigrasi, agar semuanya siap saat bandara mulai beroperasi penuh secara internasional,” tegas Prabasa.
Momentum Kemajuan di Bawah Kepemimpinan Gubernur Baru
Dengan hadirnya Gubernur dan Wakil Gubernur baru, Prabasa berharap momentum ini bisa menjadi awal baru kemajuan Kalimantan Barat. Pengembangan Bandara Internasional Supadio berpotensi menjadi tulang punggung konektivitas dan investasi yang akan membawa dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Sekarang saatnya kita tunjukkan bahwa Kalbar siap bersaing di tingkat global. Ini bukan hanya soal gengsi, tapi juga tentang masa depan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (den)
Editor : Miftahul Khair