PONTIANAK POST – Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Akcaya resmi dimulai, namun pengurus dihadapkan pada tantangan besar yakni dengan merekrut setidaknya 500 anggota. Target ambisius ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan koperasi yang sehat dan berkelanjutan, sebagaimana dicanangkan dalam program pemerintah pusat.
Program pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah pusat untuk memperkuat perekonomian lokal berbasis komunitas. "Pemerintah menargetkan koperasi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa tanpa menyingkirkan pelaku usaha yang telah lebih dulu eksis, seperti UMKM dan BUMDes," ujar Yosepha Hasnah, salah satu anggota pengawas koperasi di Sintang kemarin.
Ia menyebut bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kerja keras tim pengurus untuk mengajak masyarakat terlibat. “Menjangkau 500 anggota bukan hal mudah. Ini ujian pertama yang harus dihadapi dengan semangat dan strategi yang tepat,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Lurah Akcaya, Vercelly Vianney, menyampaikan bahwa proses pendirian koperasi berjalan cepat sejak pendataan awal hingga musyawarah pembentukan. “Kami mulai input data pembentukan koperasi sejak 30 Mei 2025, dan tiga hari berikutnya sudah melaksanakan Musyawarah Kelurahan Khusus,” jelas Vercelly.
Setelah rapat awal dan pembentukan struktur organisasi, tahapan lanjutan pun dikebut. Pada Rabu (4/6), dokumen pendirian koperasi telah ditandatangani di hadapan notaris. Langkah berikutnya, menurut Vercelly, adalah merancang strategi program kerja koperasi. Salah satu pendekatan awal adalah membuat skema keanggotaan yang terjangkau, yakni dengan simpanan pokok sebesar Rp300.000 dan simpanan wajib hanya Rp10.000.
“Harapannya ini bisa menarik minat warga. Tapi tentu saja, tidak bisa hanya bergantung pada angka. Harus ada manfaat nyata yang bisa dirasakan anggota,” jelasnya. Ia juga mengajak para ketua RT di Kelurahan Akcaya untuk turut aktif membantu mengenalkan koperasi ini ke warganya. “Kami sangat berharap dukungan dari sembilan ketua RT untuk membantu kami menjaring anggota,” tambah Vercelly. Meski masih berada pada tahap awal, inisiatif pendirian Koperasi Merah Putih Akcaya ini diharapkan bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. Namun, seperti ditegaskan para pengurus, keberhasilannya sangat bergantung pada tingkat kepercayaan dan partisipasi warga. (nda)
Editor : Hanif