PONTIANAK POST - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat menyatakan dukungan terhadap program 100 hari kerja Pemerintah Provinsi Kalbar di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Dukungan itu disampaikan langsung oleh Ketua PMII Kalbar, Ahmad Sukron beserta jajaran saat melakukan audiensi bersama bersama Gubernur, di Ruang Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Senin (2/6).
Ahmad Sukron menyebutkan bahwa pihaknya siap bergerak cepat mewujudkan agenda pembangunan, khususnya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di pedesaan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
"Ini adalah langkah awal adaptasi kami di tingkat provinsi. Kami dari PMII siap mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, agar terus berkarya dan berinovasi demi kesejahteraan masyarakat Kalbar," ujar Sukron.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa saat ini PMII Kalbar telah memiliki struktur kepengurusan di delapan kabupaten/kota dan terus memperluas jangkauan hingga ke pelosok desa. Menurutnya, mahasiswa PMII di berbagai daerah telah banyak menyaksikan langsung kondisi riil masyarakat desa, termasuk tantangan akses pendidikan tinggi yang kerap terkendala masalah ekonomi keluarga.
"PMII hadir untuk menjadi jembatan. Banyak anak-anak di desa yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi. Kami berupaya membuka akses pendidikan dengan membangun jaringan dan kolaborasi, agar anak-anak ini punya peluang menempuh pendidikan tinggi," katanya.
Sukron juga mengapresiasi sejumlah langkah konkret Pemprov Kalbar, terutama di sektor pendidikan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan kelompok pemuda seperti PMII terus diperkuat demi mendorong percepatan pembangunan yang merata.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalbar Ria Norsan memberikan apresiasi atas kepedulian organisasi mahasiswa ini dan membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi organisasi kepemudaan, termasuk PMII. Dalam pertemuan itu, Norsan juga memaparkan sejumlah capaian dan program prioritas 100 hari kerja Pemprov Kalbar.
Beberapa program yang telah dilaksanakan di antaranya pengalokasian anggaran pembangunan infrastruktur jalan di seluruh kabupaten/kota, pembebasan biaya SPP bagi siswa SMA/SMK swasta yang kurang mampu, reaktivasi Bandara Supadio sebagai bandara internasional, serta peluncuran layanan Samsat Kecamatan (Samsat Gokatan) untuk mempermudah masyarakat membayar pajak.
"Kami juga sudah aktifkan kembali Taman Budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya di Kalbar. Pada 2026, Taman Budaya akan direnovasi total menjadi pusat pertunjukan yang representatif," ujar Norsan.
Pertemuan antara Gubernur Ria Norsan dan PMII Kalbar ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan dalam mengakselerasi pembangunan daerah.
Dukungan aktif PMII terhadap program 100 hari kerja Gubernur, terutama dalam mendorong akses pendidikan dan pembangunan di pedesaan, selaras dengan komitmen Pemprov Kalbar untuk meningkatkan IPM dan meratakan pembangunan infrastruktur.
Kolaborasi yang terjalin ini diharapkan mampu menciptakan agen perubahan yang berintegritas, menghasilkan kebijakan yang relevan, dan pada akhirnya, mewujudkan Kalimantan Barat yang lebih maju dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat. (mse/r)
Editor : Hanif