Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Perkuat Program Imunisasi Hadapi Disinformasi Digital

Novantar Ramses Negara • Jumat, 13 Juni 2025 | 09:52 WIB
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menegaskan pentingnya imunisasi sebagai pertahanan utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit menular. Namun, tantangan kali ini tak hanya berasal dari virus, tetapi juga dari maraknya disinformasi di ruang digital.

Dalam acara Perencanaan Penguatan Program Imunisasi Strategis yang digelar di Sungai Raya, Kamis, 12 Juni 2025, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyampaikan kekhawatirannya terhadap menurunnya cakupan imunisasi di daerah tersebut, yang menurutnya dipengaruhi secara signifikan oleh penyebaran hoaks.

“Kita melihat peningkatan kasus polio dan campak di Kalbar. Ini bukan hanya soal distribusi vaksin, tapi juga karena banyak orang tua percaya pada informasi yang tidak benar di media sosial,” ungkap Norsan.

Ia mencontohkan salah satu hoaks yang beredar luas, yaitu klaim bahwa vaksin polio menyebabkan kelumpuhan. Padahal, vaksinasi justru mencegah penyakit tersebut dan telah terbukti menyelamatkan jutaan anak di berbagai belahan dunia.

“Kalau kita biarkan, informasi menyesatkan ini akan menghancurkan masa depan generasi kita pelan-pelan. Kita harus melawan balik dengan edukasi yang benar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Norsan juga menyoroti isu stunting sebagai persoalan serius lain yang harus ditangani bersama. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap gizi ibu hamil sejak awal kehamilan sangat penting untuk mencegah anak lahir dalam kondisi kekurangan gizi.

“Imunisasi dan gizi seimbang sejak dalam kandungan adalah dua hal yang saling melengkapi. Anak yang stunting lebih rentan terhadap infeksi jika tidak diimunisasi,” jelasnya.

Ia menyerukan agar semua elemen, mulai dari masyarakat, tenaga medis, hingga pemerintah di tingkat desa, bersinergi menyampaikan informasi yang benar serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan gizi anak.

Menurut Norsan, memperkuat cakupan imunisasi tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Ini merupakan misi kolektif untuk menjaga ketahanan sosial, yang menuntut kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan media.

“Penyakit menular akan sulit menyebar jika masyarakat paham pentingnya imunisasi. Ini bukan sekadar urusan medis, tetapi soal menjaga masa depan bersama,” pungkasnya.(mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #virus #pemprov kalbar #ruang digital #disinformasi #imunisasi