Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Luncurkan Program JERY dan Gerakan Wisata Bersih di Tugu Khatulistiwa

Novantar Ramses Negara • Jumat, 13 Juni 2025 | 10:36 WIB
WISATA BERSIH: Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan meresmikan kegiatan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Tugu Khatulistiwa.
WISATA BERSIH: Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan meresmikan kegiatan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Tugu Khatulistiwa.

PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meluncurkan Program Jelajah Rimba dan Budaya Kalimantan Barat (JERY) sekaligus mencanangkan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Tugu Khatulistiwa, Pontianak, Rabu (11/6.

Kegiatan ini menjadi tonggak awal dalam mendorong wisata berkelanjutan dan partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan serta budaya lokal.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan yang meresmikan kegiatan tersebut menyatakan bahwa program ini tidak boleh hanya dianggap sebagai seremoni semata, tetapi sebagai pemantik gerakan kolektif lintas elemen untuk menciptakan ekowisata yang berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi merupakan awal dari gerakan kolektif menuju ekowisata berkelanjutan, budaya hidup bersih, dan penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Melalui aksi-aksi konkret seperti penanaman pohon, pembersihan kawasan wisata, dan susur Sungai Kapuas, kita memberi pesan bahwa Kalbar peduli pada lingkungan, warisan budaya, dan masa depan,” ujarnya.

Selain aksi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi gizi bagi generasi muda, khususnya Gen Z. Menurutnya, aspek kesehatan dan kesadaran lingkungan penting untuk membentuk generasi unggul menyongsong Indonesia Emas 2045.

Wagub Kalbar menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan berbagai unsur pemuda. Ia menilai kolaborasi antara pelajar, mahasiswa, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat umum merupakan wujud gotong royong dalam membangun daerah.

“Sinergi seperti ini mencerminkan kekuatan Kalbar yang sesungguhnya. Ketika semua pihak terlibat, maka perubahan nyata akan terjadi. Kita ingin pariwisata menjadi gerakan bersama, bukan hanya urusan pemerintah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Kalbar memiliki potensi wisata yang besar dan tak kalah menarik dibanding daerah lain. Namun, yang masih kurang adalah rasa kepemilikan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan wisata.

"Contohnya saja di Pasir Panjang, masih terlihat sampah di mana-mana. Artinya, kita belum sepenuhnya mencintai dan menjaga tempat wisata kita sendiri. Ini yang perlu dibenahi bersama," tegas Krisantus.

Ia menegaskan, arah pembangunan Kalbar tahun 2025–2029 sebagaimana tercantum dalam RPJMD menekankan pada tiga prinsip utama: Inklusif, Hijau, dan Berdaya Saing. Program JERY dan GWB menurutnya selaras dengan ketiga pilar tersebut.

“JERY bersifat inklusif karena melibatkan berbagai lapisan masyarakat; hijau karena menitikberatkan pada pelestarian lingkungan; dan berdaya saing karena memperkuat potensi wisata budaya dan alam sebagai keunggulan ekonomi Kalbar di masa depan,” tuturnya.

Wagub berharap agar gerakan ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang hidup di hati masyarakat. Ia ingin Kalbar dikenal sebagai daerah yang bersih, hijau, ramah wisatawan, dan kaya akan budaya.

"Saya harap ini menjadi momentum perubahan. Mari kita wujudkan Kalbar yang bersih dan lestari. Dari Tugu Khatulistiwa, mari kita seimbangkan pembangunan dengan kelestarian,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Windy Prihastari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di Kabupaten Mempawah.

Ia menyebut, pelaksanaan JERY dan GWB merupakan bentuk nyata dari kolaborasi lintas wilayah dan sektor, khususnya antara kawasan pesisir dan komunitas pemuda dalam membangun pariwisata lokal berbasis lingkungan.

“Program ini adalah upaya bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk melibatkan pemuda secara aktif dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” kata Windy.

Dipilihnya Tugu Khatulistiwa sebagai lokasi kegiatan, lanjutnya, karena kawasan ini memiliki nilai simbolik dan potensi ekowisata yang besar. Pelestarian kawasan ini menjadi penting agar nilai edukatif dan ekologisnya terus terjaga.

Beberapa agenda dalam kegiatan tersebut antara lain penanaman pohon, kegiatan susur sungai, kampanye wisata bersih, edukasi gizi untuk remaja, dan peluncuran Program JERY yang mendorong eksplorasi budaya serta kekayaan alam Kalimantan Barat.

Menurut Windy, kegiatan ini sekaligus mengajak pemuda untuk menciptakan konten kreatif yang mengangkat potensi wisata lokal dan menyebarluaskan narasi positif tentang Kalbar ke tingkat nasional maupun internasional. (mse)

Editor : Hanif
#Krisantus Kurniawan #tugu khatulistiwa #pemprov kalbar #Ramah Lingkungan #Gerakan Wisata Bersih #Pariwisata ramah lingkungan #GWB #Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif