Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wali Kota Pontianak Minta MABM Perkuat Identitas Budaya Melayu, Ketua Siap Jalankan Amanah

Mirza Ahmad Muin • Minggu, 15 Juni 2025 | 00:14 WIB
PENGURUS BARU: Foto bersama Pengurus DPD MABM Kota Pontianak periode 2025-2030 yang baru dikukuhkan.
PENGURUS BARU: Foto bersama Pengurus DPD MABM Kota Pontianak periode 2025-2030 yang baru dikukuhkan.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pentingnya peran budaya Melayu sebagai identitas yang nyata dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya sebatas simbol dalam pakaian atau acara seremonial semata. Hal ini disampaikannya pada pengukuhan kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Pontianak periode 2025-2030 di Hotel Grand Mahkota, Sabtu (14/6).

Dalam acara yang dihadiri para tokoh senior MABM, Edi berharap agar pengurus MABM yang baru dapat mendorong peran budaya Melayu lebih jauh ke dalam kehidupan sehari-hari warga.

“Selama ini, kebudayaan Melayu yang kita rasakan masih sebatas pakaian adat yang dikenakan dalam acara resmi maupun nonformal. Ke depan, kita perlu kolaborasi untuk memperkuat identitas budaya ini, tanpa mengurangi semangat toleransi yang sudah terjaga,” ujarnya.

Edi juga menyoroti hasil Indeks Kota Toleran Tahun 2024, di mana Kota Pontianak menempati peringkat ke-22 secara nasional dan ke-9 untuk wilayah luar Pulau Jawa. Ia menilai hal ini menunjukkan bahwa Pontianak telah cukup baik dalam mengakomodasi keragaman masyarakat.

“Ciri kota toleran itu ya bagaimana kita bisa menerima semua kalangan, baik dari sisi suku maupun agama. Di Pontianak, pelaksanaan ibadah berjalan baik dan tidak banyak menimbulkan persoalan. Namun, kita tetap perlu memperkuat simbol-simbol budaya dan agama agar lebih hidup,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Edi Kamtono menyebut sejumlah agenda budaya yang perlu terus digalakkan dan didukung bersama, seperti Gawai Dayak, Naik Dango, dan Cap Go Meh, yang memiliki dampak luas, termasuk secara ekonomi.

Sebagai tuan rumah Festival Adat Budaya Melayu tahun depan, Edi berharap MABM Pontianak dapat menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya berskala lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

“Kita harap pengurus MABM bisa mendesain agenda budaya yang lebih semarak dan berdampak besar. Ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera dimulai sejak sekarang,” pesannya.

Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keharmonisan, memajukan budaya, dan menciptakan Kota Pontianak yang damai, sejahtera, dan membahagiakan sehingga Pontianak menjadi kota yang aman dan damai bagi siapa pun.

Di tempat yang sama, Ketua MABM Pontianak Satarudin menyampaikan komitmennya untuk segera menyusun program kerja MABM ke depan, khususnya menyongsong tahun 2026 yang menjadi momen penting bagi masyarakat Melayu di Kota Pontianak.

“Yang jelas, tentu setelah pelantikan MABM yang baru dilaksanakan, kami akan menyusun program kerja ke depan untuk tahun 2026, apalagi nanti Pontianak jadi tuan rumah Festival Melayu,” ujarnya.

Ia juga berharap pelaksanaan Festival Melayu mendatang bisa berjalan semarak dan menjadi magnet budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat Melayu dari luar daerah.

“Semoga Festival Melayu nanti bisa semarak dan bisa memanggil dari luar. Kan banyak juga teman-teman Melayu kita dari luar, kita akan buat semaksimal mungkin,” tambahnya.

Pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi langkah awal yang baru bagi MABM Kota Pontianak untuk terus melestarikan budaya Melayu.(iza/r)

Editor : Hanif
#mabm #budaya melayu #Edi Rusdi Kamtono #Wali Kota Pontianak #identitas budaya #melayu