Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Independent Exotic Pets Edukasi Warga di CFD Pontianak

Mirza Ahmad Muin • Senin, 16 Juni 2025 | 10:31 WIB
ANTUSIAS: Seorang pengunjung antusias mengabadikan momen dengan hewan yang ditampilkan oleh komunitas Independent Exotic Pets di area CFD Pontianak, Minggu pagi (15/6).
ANTUSIAS: Seorang pengunjung antusias mengabadikan momen dengan hewan yang ditampilkan oleh komunitas Independent Exotic Pets di area CFD Pontianak, Minggu pagi (15/6).

PONTIANAK POST – Suasana Car Free Day (CFD) di depan Ayani Megamal, Pontianak, Minggu pagi (15/6), tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara warga yang jogging dan bersepeda, sekelompok orang tampak berkerumun di satu sudut. Di tengahnya, seekor ular python albino melingkar manja di leher seorang perempuan muda. Sebuah pemandangan tak biasa yang mengundang decak kagum sekaligus rasa penasaran.

Syifa (21) tak menyangka dirinya bisa berdiri tenang sambil berpose dengan ular. Awalnya takut, namun rasa ingin tahu dan keberanian perlahan mengalahkan rasa cemas. “Saya takut banget sebenarnya. Tapi lihat orang lain bisa, ya saya coba juga,” katanya sambil tertawa kecil. “Rasanya unik. Antara takut tapi penasaran menyentuh kulitnya,” tambahnya.

Ular albino itu bukan satu-satunya hewan eksotis yang dibawa oleh Independent Exotic Pets (IEP), komunitas pecinta hewan unik yang rutin hadir di area CFD dan Bundaran Digulis Untan. Mereka membawa berbagai satwa seperti iguana, kadal gurun, kura-kura jinak, sugar glider, hingga burung hantu. Semua hewan tampil jinak, bersih, dan siap menjadi “duta edukasi” bagi masyarakat.

Menurut pendirinya, Zulfani, IEP lahir dari semangat menyatukan berbagai komunitas kecil pecinta satwa eksotis yang sempat vakum selama pandemi. Lebih dari sekadar memamerkan hewan, mereka membawa misi edukatif untuk menumbuhkan empati terhadap makhluk hidup yang sering kali disalahpahami. “Setelah pandemi, banyak komunitas sempat vakum. Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa hewan-hewan ini juga layak hidup berdampingan, bukan ditakuti apalagi dibunuh,” jelas Zulfani.

IEP rutin melakukan kegiatan interaktif dengan masyarakat, termasuk program edukasi ke sekolah-sekolah lewat IEP Goes to School. Mereka mengajak anak-anak berinteraksi langsung dengan hewan, memberi penjelasan tentang habitat, perilaku, dan cara perawatan yang benar. “Kalau anak-anak hanya lihat dari YouTube atau buku, rasanya beda. Ketika mereka berani menyentuh atau memberi makan, itulah pengalaman yang membuka pikiran,” ujarnya.

Zulfani juga menegaskan bahwa semua hewan yang dibawa telah dirawat dengan baik, jinak, dan tidak berbahaya. Edukasi kepada masyarakat juga mencakup pentingnya perawatan hewan eksotis yang bertanggung jawab. “Banyak yang baru sadar, ternyata ular atau kadal itu enggak seburuk yang dibayangkan. Yang penting adalah pengetahuan dan niat untuk memahami,” ucapnya. (iza)

Editor : Hanif
#Independent Exotic Pets #Edukasi Warga #pontianak #cfd