PONTIANAK POST - Kabar duka datang dari seorang pegiat lingkungan Kalimantan Barat. Handrikus Adam.
Pria yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Barat sejak Januari 2024 itu, telah pergi. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya, Selasa, 17 Juni 2025.
Hendrikus Adam lahir di Kampung Nahaya, Desa Amboyo Selatan, Kabupaten Landak, 43 tahun lalu.
Semasa hidup, Adam dikenal sebagai sosok yang kritis dalam menyoroti ketidakadilan yang menimpa masyarakat adat, kerusakan lingkungan akibat industri ekstraktif dan kebijakan pemerintah.
Sebagai seorang pegiat lingkungan, Adam juga dekat dengan awak media massa, baik sebagai kolomnis, maupun sebagai narasumber untuk pemberitaan isu-isu pelanggaran HAM, perampasan atas hak masyarakat adat, budaya, dan lingkungan hidup.
Seperti misalnya aktivitas pembabatan hutan alam di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara oleh PT Mayawana Persada, kebijakan transisi energi biomassa kayu dan rencana pembanggunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kabuapaten Bengkayang, dan terakhir, ia juga menyoroti adanya ekspansi perkebunan sawit PT Ichiko Agro Lestari (IAL) di wilayah Tamambaloh, Kabupaten Kapuas Hulu.
Minatnya sebagai aktivis lingkungan telah tertanam sejak lama. Bahkan sejak dia masih duduk di bangku kuliah.
Adam aktif di sejumlah organisasi seperti Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (GEMPA), Jaringan Rakyat untuk Keadilan dan Perdamaian (JRKP), PMKRI Pontianak, Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Tanjungpura dan Sahabat Lingkungan Kalimantan Barat (SALAK), yakni organisasi sayap Walhi Kalbar.
Hendrikus Adam telah pergi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kawan seperjuangan, dan seluruh jaringan CSO.
Selamat jalan, Bung. Semangatmu akan terus hidup dalam perjuangan kami. (arf)
Editor : Miftahul Khair