PONTIANAK POST – Proses penerimaan peserta didik baru atau sistem penerimaan murid baru (SPMB) untuk jenjang SMA-SMK tahun 2025 di Kalimantan Barat masih berlangsung. Dua jalur yang sudah dibuka sejak 16 Juni 2025 adalah jalur afirmasi dan mutasi (perpindahan tugas orang tua). Keduanya akan ditutup pada 17 Juni pukul 23.59 WIB.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Pontianak, Eko Prassetio mengatakan, proses pendaftaran berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan, sistem akan menutup otomatis tepat waktu. “Dua jalur itu sesuai jadwal akan ditutup pukul 23.59 WIB pada 17 Juni 2025. Lewat dari itu tidak bisa lagi melakukan pendaftaran,” ujarnya, Selasa (17/6).
Hingga pagi kemarin, jumlah pendaftar jalur afirmasi di SMAN 1 Pontianak telah mencapai 61 peserta. Sementara untuk jalur mutasi, sudah ada 23 pendaftar, dan sistem akan otomatis terkunci jika kuota terpenuhi. “Misalnya ketika sudah dibuka pada 16 Juni pukul 00.05 sudah terisi, maka tidak bisa lagi mendaftar di jalur mutasi,” jelasnya.
Eko menyebutkan, sejauh ini belum ditemukan kendala berarti di sekolah terkait proses SPMB, termasuk gangguan teknis seperti pemadaman listrik. Namun, ia mengakui banyak keluhan datang dari pihak orang tua, khususnya terkait status pendaftaran yang invalid.
“Biasanya karena data seperti kartu keluarga (KK) yang di-scan masih buram. Maka kami minta untuk di-scan ulang,” katanya.
Ia juga menjelaskan, di jalur afirmasi kerap ditemukan masalah terkait verifikasi data dari Kementerian Sosial, terutama untuk memastikan apakah calon siswa masih menjadi penerima manfaat aktif program bantuan pemerintah.
“Ada pelajar yang memang pernah menerima bansos pada 2024, tapi sekarang tidak lagi aktif. Itu tidak bisa karena sesuai juknis, yang diterima adalah peserta aktif yang masih menerima bansos seperti KIP,” terangnya.
Untuk jalur mutasi, tantangan berbeda juga ditemui. Salah satunya format surat mutasi dari tiap instansi yang tidak seragam. “Ada yang bentuknya surat telegram, ada juga SK tugas. Kalau SK-nya buram atau tidak lengkap, pendaftar bisa melampirkan surat penguat lain yang menjelaskan bahwa itu benar surat mutasi,” ujarnya.
Eko menambahkan, pihak sekolah telah menyiapkan kanal aduan baik secara daring maupun luring. Calon pelajar bisa menghubungi pihak sekolah lewat WhatsApp atau telepon untuk proses validasi.
“Kadang orang tua tidak mengecek status pendaftaran, takutnya nanti tidak sempat diperbaiki,” ucapnya.
Selain layanan online, orang tua juga bisa datang langsung ke SMAN 1 Pontianak dengan membawa berkas fisik. Tim sekolah akan membantu mengecek, dan melengkapi kekurangan data.
Soal antusiasme pendaftar, menurut Eko, lonjakan biasanya terjadi saat dibukanya jalur domisili. “Untuk domisili kuotanya cukup besar, 35 persen. Sedangkan afirmasi hanya 30 persen. Jadi nanti akan terlihat apakah jumlah pendaftar tahun ini lebih banyak dari sebelumnya,” katanya.
Ia menegaskan, pihak sekolah sangat berhati-hati dalam memverifikasi dokumen, terutama KK. Keluarga inti menjadi syarat mutlak untuk jalur domisili. “Kalau ada keluarga lain yang tercantum, akan kami konfirmasi ulang. Bahkan tahun lalu ada yang kami visitasi ke rumah, tapi sebelumnya kami telepon dulu. Kalau data KK kami ragu, tetap harus divalidasi,” tegasnya.
Ia memastikan pihak SMAN 1 Pontianak berkomitmen menjalankan SPMB 2025 sesuai juknis yang berlaku. “Proses ini bisa diakses siapa pun. Kami tegaskan tidak ada jalur titipan. Hanya bisa mendaftar melalui afirmasi, mutasi, domisili, dan prestasi,” pungkasnya.
Pemprov Kalbar Kalbar sebelumnya telah membuka resmi pendaftaran SPMB 2025 untuk jenjang SMA dan SMK. Proses ini dibuka untuk seluruh lulusan SMP/sederajat di Kalbar, diawali dengan pembuatan akun pada 9–12 Juni 2025.
Total daya tampung mencapai 97.948 kursi, terdiri dari 45.792 kursi SMA negeri, 27.409 kursi SMK negeri, 12.993 kursi SMA swasta, dan 11.754 kursi SMK swasta. SPMB tahun ini dibuka melalui empat jalur utama. Mulai dari domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi.
Khusus SMK, tersedia jalur reguler. Jadwalnya, untuk afirmasi dan mutasi pada 16–17 Juni 2025. Domisili pada 24–26 Juni 2025, prestasi 7–9 Juli 2025, dan SMK reguler pada 24 Juni–9 Juli 2025.(bar)
Editor : Hanif