PONTIANAK POST - Menteri UMKM, Maman Abdurrahman pemerintah telah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp300 triliun pada tahun ini. Plafon besar tersebut ditugaskan kepada 40 bank penyalur secara nasional, termasuk 14 bank di wilayah Kalimantan.
"Total plafon KUR 2025 mencapai Rp300 triliun. Ini adalah angka yang sangat besar. Kami perlu meninjau langsung proses penyalurannya di daerah-daerah agar bisa lebih optimal,” ujar Maman.
Menurutnya, rapat koordinasi tingkat regional seperti yang digelar kali ini merupakan hal baru yang pertama kali dilakukan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dinilai penting untuk mengetahui secara detail tantangan dan hambatan yang ada di lapangan.
"Tujuan utamanya adalah agar kami bisa memahami kendala di daerah dan segera mencari solusinya. Dengan begitu, penyaluran KUR bisa lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar, Junaidi menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap UMKM. Saat ini, UMKM bukan sekadar pelaku usaha, melainkan pejuang ekonomi. Menurutnya, UMKM berkontribusi terhadap lebih dari 61 persen pertumbuhan ekonomi nasional.
"Oleh karena itu, pemerintah tidak lagi menyebut mereka ‘pelaku’ UMKM, tapi menyebutnya sebagai ‘pejuang’ atau ‘pengusaha’ UMKM,” ujarnya.
Junaidi berpandangan, UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi perusahaan besar jika diberi akses, pendampingan, dan pembinaan yang tepat. Bahkan ia menyebut, banyak pengusaha besar seperti Chairul Tanjung hingga Mochtar Riady memulai usaha dari bawah.
Ia juga memberikan motivasi kepada puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Kalbar yang menikuti lokakarya literasi keuangan dan inovasi produk bagi pelaku UMKM di Pontianak kemarin.
Dengan mengikuti lokakarya ini diharapkan agar pelaku usaha dapat memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di Kalbar. Tujuan lainnya, sebagai upaya mempercepat transformasi UMKM lokal menjadi usaha yang profesional dan berorientasi pasar.
Pimpinan PT Jamkrindo Cabang Pontianak, Prita Widy Wardani mengatakan UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.
Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan BUMN terhadap pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Menurutnya, sangat penting memperkuat sektor ini, salah satunya melalui program literasi keuangan dan inovasi produk.
Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan dan akses layanan keuangan, diharapkan UMKM dapat menyusun laporan keuangan secara transparan, mengakses pembiayaan secara bijak, serta memperkuat usahanya secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam kegiatan workshop, peserta UMKM diberikan materi tentang pentingnya inovasi produk, kreativitas, dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar.
Prita menyebut, pelaku usaha harus mampu mengembangkan produk yang kompetitif agar dapat bersaing di tengah era persaingan global yang semakin ketat.
“Semoga kegiatan ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi UMKM Kalbar agar lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” katanya. (mrd/den)
Editor : Hanif