Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Band Arwana Rayakan 30 Tahun Karier dengan Konser dan Lelang Gitar

Mirza Ahmad Muin • Senin, 23 Juni 2025 | 10:27 WIB
TIGA DEKADE: Personil Band Arwana bersama undangan saat merayakan 30 tahun karir musik mereka.
TIGA DEKADE: Personil Band Arwana bersama undangan saat merayakan 30 tahun karir musik mereka.

PONTIANAK POST - Band Arwana merayakan 30 tahun berkarir di dunia musik. Tak mudah untuk sampai di usia kepala tiga dalam bermusik. Namun konsistensi Arwana membuktikan jika band yang pernah menasionalkan nama Pontianak dan Kalbar itu sampai kini tetap berdiri tegak. Malam tadi, masyarakat pun didendangkan dengan lantunan khas lagu-lagu milik Arwana. Penonton dibawa kembali ke era 90 an

Malam Minggu, sekira pukul delapan malam, halaman parkir Aming Coffee di Jalan Podomoro sudah dipenuhi kendaraan, baik itu roda dua dan roda empat. Dari kejauhan, tampak kursi-kursi di meja kopi sudah disesaki masyarakat.

Kebetulan di malam itu, Band Arwana merayakan 30 tahun mereka berkarir di belantika musik nasional. Yudi pentolan Arwana, ketika di atas panggung mengatakan pada awalnya dia bersama teman-teman tak kepikiran untuk bisa tembus di dunia musik nasional.

Pada masa itu, musik nasional belum berani membawakan musik dengan sentuhan melayu. Arwana dengan musik khas alunan biola Hendri Lamiri, tak dikira mampu menembus belantika musik nasional. Akhirnya 1997 Arwana berhasil menelurkan album pertama bertajuk “Asa” melalui label Sony Music Indonesia. Band pertama dari Kota Pontianak yang mampu bersaing dengan band-band papan atas di Pulau Jawa.

Malam tadi, 30 tahun usia Arwana berkarir. Banyak sudah perjalanan asam garam yang dilalui Arwana hingga di titik ini. Ketika hits Lamunanku dimainkan, sontak para penonton seperti dikembalikan di tahun 1997. Di tahun album Arwana meledak dan dikenallah band tersebut berasal dari Kota Pontianak. Begitu juga ketika lagu Angsa Putih dimainkan. Gesekan biola Hendri Lamiri, lengkingan tinggi suara Ian Machmud membuat suasana Aming Coffee seperti kembali ke era emas Arwana.

“Lagu-lagu Arwana ini seperti mengembalikan nostalgia saya. Zaman itu, lagu-lagu inilah yang menemani saya. Paling senang memang dua hits ini, Lamunanku dan Angsa Putih. Tetapi lagu paling anyar, Patah Tumbuh Hilang Berganti juga tak kalah bagus. Semuanya bagus, warna musik Arwana ini memang khas,” ujar Hadi salah satu penonton. Menurutnya 30 tahun berkarir di dunia musik bukanlah mudah. Terutama bagaimana Arwana ini mempertahankan konsistensinya. Tetapi dengan berdirinya personil Arwana di sini, membuktikan bahwa mereka begitu konsisten di dunia bermusik.

Di sela acara tersebut, Arwana juga melakukan lelang gitar dan baju 30 tahun Arwana berkarir. Gitar lelangan itu memiliki sejarah penting bagi Arwana. Sebab dari gitar itu tercipta lagu Lamunanku yang mengantar ke belantika musik nasional. Lelangan gitar itu didapat Ketua DPRD Pontianak Satarudin dengan nilai Rp 11,1 juta. Sedangkan baju 30 tahun Arwana didapatkan oleh Anggota DPRD Provinsi Prabasa Anantatur dengan harga Rp 10,650 juta. (iza)

Editor : Hanif
#satarudin #lelang #gitar #band arwana #konser nostalgia #30 TAHUN