Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BI Kalbar Gelar Majelis Huffadz dan Literasi Ekonomi Syariah di Kubu Raya

Novantar Ramses Negara • Senin, 23 Juni 2025 | 10:32 WIB
PELATIHAN: Sejumlah guru ngaji dari wilayah Pontianak dan Kubu Raya hadir sebagai peserta Literasi Ekonomi Syariah di Aula Masjid Ismuhu Yahya, Sabtu (21/6).
PELATIHAN: Sejumlah guru ngaji dari wilayah Pontianak dan Kubu Raya hadir sebagai peserta Literasi Ekonomi Syariah di Aula Masjid Ismuhu Yahya, Sabtu (21/6).

PONTIANAK POST  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Majelis Huffadz dan Literasi Ekonomi Syariah di Aula Masjid Ismuhu Yahya, Desa Parit Baru, Kubu Raya, pada Sabtu (21/6). Kegiatan yang digelar ini merupakan Pre-Event Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2025,

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen BI dalam mendorong penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar, Reinaldy Akbar Ariesha, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan literasi ekonomi syariah sebagai salah satu dari tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah, selain penguatan ekosistem halal dan keuangan syariah.

“Literasi ekonomi syariah adalah fondasi penting agar masyarakat tidak hanya mengenal konsepnya, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Reinaldy menjelaskan bahwa kegiatan ini relevan dengan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 oleh OJK, yang menunjukkan bahwa meskipun tingkat literasi keuangan syariah nasional telah mencapai 43,42%, tingkat inklusinya masih rendah, yakni 13,41%. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan, termasuk melalui peran strategis para ustadz dan guru ngaji sebagai agen literasi di komunitas.

Masjid Ismuhu Yahya dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya melalui jaringan ustadz dan guru ngaji yang aktif membina masyarakat. Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis di Kalbar, termasuk Kementerian Agama, MUI, BAZNAS, KDEKS, HEBITREN, Satgas Halal, serta BWI Kalbar dan Kubu Raya. Tidak kurang dari 120 guru ngaji dari wilayah Pontianak dan Kubu Raya hadir sebagai peserta.

Dalam sesi materi utama, Analis Bank Indonesia, Trisna Handayani, memaparkan peran BI dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ia menyampaikan bahwa penguatan ekonomi syariah menjadi strategi penting dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Beberapa inisiatif yang dijalankan BI antara lain pembangunan halal value chain, penguatan UMKM halal, promosi gaya hidup halal melalui kampanye seperti FESyar dan ISEF, serta pengembangan sistem pembayaran syariah, seperti QRIS berbasis syariah. “Sinergi antara BI dengan pesantren, lembaga pendidikan, tokoh agama, hingga komunitas milenial menjadi kunci keberhasilan literasi ekonomi syariah yang berkelanjutan,” jelas Trisna.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan pribadi sesuai prinsip syariah, membentuk agen-agen literasi di lingkungan masing-masing, serta memperkuat kesadaran kolektif untuk mendukung produk dan layanan halal. “Melalui jalur edukasi dan pemberdayaan yang menyentuh langsung akar masyarakat, kami berharap kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” tutup Reinaldy. (mse)

Editor : Hanif
#syariah #Literasi Ekonomi #majelis #BI kalbar #FESyar KTI