PONTIANAK POST - Sekolah Sepak Bola (SSB) Kapuas Khatulistiwa sukses menjuarai Singkawang Junior League 2025, untuk kategori U-10. Tim besutan Coach Syahril dan Coach Faturitu, berhasil mengalahkan SSB Matang Danau Merah Sambas dengan skor 2-1.
Pertandingan di Stadion Kridasana Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (22/6), SSB Kapuas Khatulistiwa unggul terlebih dahulu di menit kelima. Firas yang membukukan gol tersebut. Skor 1-0 bertahan sampai pluit akhir babak pertama.
Memimpin dengan semangat tinggi, Firas dkk terus menekan lawan. Namun SSB MatangDanau Merah Sambas tidakmaukalahmenyerang. Akhirnya skor imbang menjadi 1:1 di Babak Kedua. Keperkasaan SSB Kapuas Khatulistiwa tidak mampu di bendung lawan, menit kedelapan, pemain lincah Arkan mengubah kedudukan menjadi 2-1untuk kemenangan SSB Kapuas Khatulistiwa Pontianak. Arkan berhasil menyarangkan gol penentu kegawang SSB Matang Danau Merah Sambas di menit delapan babak kedua.
Kedudukan ini bertahan sampai pluit Panjang babak kedua berakhir. SSB MatangDanau Merah Sambas harus puas menempati posisi runner up, dan SSB A 87 Academy menempati juara III dalam event Singkawang Junior League 2025.
Manager Tim SSB Kapuas Khatulistiwa Pontianak, Yuningsih mengatakan, sangat puas dengan hasil permainan yang di tampilkan anak-anak. Di Singkawang Junior League, SSB Kapuas Khatulistiwa menurunkan dua tim, yaitu K2 Predator dan K2 Gladiator.
Untuk Tim K2 Predator terdiri dari Elsiddiq (kiper),Ziopino (Kiper),Firaas, Antoni,Jiyo, Arkan, Aska, Al-Aqsa, Ragil, Patih, Tuah, Arya,Ayubi. Sedangkan Tim K2 Gladiator ada Rafa(kiper), Gibran, Saka, Alif, Dastan, Arpan, Denis, Rasya, Aryo, Najwan, Abay, Raffasya.
“Kami bangga atas prestasi anak-anak. Mereka hebat-hebat saat tampil di lapangan. Kami juga memiliki tim pelatih yang hebat-hebat dan pengalaman yang tidak diragukan lagi. Terima kasih atas dukungan para orang tua yang sudah luar biasa,” kata Yuningsih.
Yuningsih juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Orang Tua dan Tim Pelatihan SSB Kapuas Khatulistiwa yang sudah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan dana. Tanpa dukungan dan tekad orang tua, tentu anak-anak tidak bisa tampil di laga bergengsi ini.(*)
Editor : Hanif