PONTIANAK POST – Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, keterampilan literasi digital menjadi kebutuhan di tengah masyarakat, terutama bagi generasi muda. Mengingat pentingnya hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Lokakarya Literasi Digital bertajuk “Kreatif dan Produktif dengan Teknologi. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (30/6) 2025 di Aula DPK Kalbar, Jalan Letjen Sutoyo No. 6 Pontianak.
Lokakarya diikuti 50 peserta terdiri dari mahasiswa serta perwakilan komunitas pegiat literasi di Kalbar. Dengan semangat kolaboratif, lokakarya ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar literasi digital, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mendorong penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala DPK Kalbar, Drs. Sugeng Hariadi, M.M., dalam sambutannya menegaskan teknologi saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan sudah menjadi gaya hidup, sarana pembelajaran, bahkan sumber penghasilan. Namun, lanjut Sugeng, tanpa kecakapan literasi digital yang baik, teknologi justru bisa menjadi bumerang yang menimbulkan dampak negatif, seperti penyebaran informasi palsu (hoaks), penyalahgunaan data pribadi, hingga kecanduan media sosial.
Untuk itu, pihaknya merasa perlu untuk menggelar kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat Kalbar. Khususnya generasi muda, agar menjadi pengguna digital yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kita belajar tidak hanya cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya secara kreatif, produktif, dan etis,” kata Sugeng saat membuka kegiatan secara resmi.
Sugeng lantas mengapresiasi partisipasi aktif dari para peserta serta menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para narasumber yang telah bersedia meluangkan waktu dan ilmu untuk berbagi bersama.
Lokakarya ini menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator yang kompeten di bidang literasi digital. Rangkaian acara meliputi penyampaian materi inti, diskusi interaktif, hingga sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta mengeksplorasi lebih jauh berbagai aspek penggunaan teknologi digital secara sehat dan berdaya guna.
Ketua Panitia, Ir. Ari Yanuarif, M.T. menambahkan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi dalam merespons dinamika digital yang berkembang sangat cepat. “Kegiatan ini hadir sebagai wadah pembelajaran sekaligus ruang dialog antar generasi muda yang ingin meningkatkan kualitas diri di tengah arus informasi yang semakin kompleks,” jelas Ari yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Tenaga Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca DPK Kalbar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pimpinan DPK Kalbar yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan, para narasumber yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman, hingga peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara. Salah satu peserta dari kalangan mahasiswa mengaku mendapatkan banyak wawasan baru. “Saya sangat bersyukur bisa ikut lokakarya ini. Materi yang disampaikan sangat relevan, terutama tentang bagaimana kita bisa tetap kreatif di media sosial tanpa kehilangan arah dan nilai positif,” ujarnya ditemui usai acara.
Peserta lainnya dari kalangan penggiat literasi mengatakan kegiatan ini membantunya memahami pentingnya etika digital. “Banyak orang pintar teknologi, tapi belum tentu tahu cara menggunakannya secara bijak. Di sini, saya belajar bahwa menjadi pengguna digital yang cerdas itu harus disertai dengan tanggung jawab sosial,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen bersama, DPK Kalbar berharap lokakarya ini tidak hanya berhenti pada sesi pelatihan, tetapi juga dapat menginspirasi lahirnya gerakan literasi digital yang lebih luas di berbagai kalangan masyarakat. (vie/ser)
Editor : Hanif