PONTIANAK POST – Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Barat (Kalbar) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui berbagai kebijakan pembinaan. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil, Permai Budi Susatyo, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, pembinaan terhadap pelaku UMKM difokuskan pada tiga aspek utama, yakni akses pembiayaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta perluasan pasar.
“Untuk akses pembiayaan, kami mendorong pelaku UMKM agar bisa menjangkau pembiayaan formal seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan ultra mikro. Program ini tersedia melalui bank Himbara maupun Bank Kalbar,” ujarnya.
Dari sisi SDM, Dinas Koperasi UKM Kalbar juga memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada pelaku usaha di berbagai bidang. Pelatihan tersebut mencakup manajemen usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
“Kami juga memberikan pelatihan di Balai Latihan Koperasi di Kota Baru. Di sana pelaku UMKM dibina untuk mengembangkan jaringan usaha dan meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi perluasan pasar baik secara offline maupun online. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan promosi, pameran, hingga kerjasama dengan berbagai pihak.
“Termasuk pelatihan digitalisasi usaha, seperti pemanfaatan marketplace, media sosial seperti Shopee, YouTube, Instagram. Ini penting agar UMKM bisa memasarkan produknya lebih luas,” kata Permai.
Pihaknya juga membantu pelaku usaha dalam menyiapkan dokumen administrasi keuangan sebagai syarat mengakses perbankan. Dengan adanya berbagai program pembinaan dan fasilitasi tersebut, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM Kalbar agar lebih berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.
“Kami latih mereka menyusun neraca, dan laporan keuangan yang sesuai standar perbankan. Karena itu menjadi salah satu syarat penting agar bisa memperoleh pembiayaan KUR,” tambahnya.(bar)
Editor : Hanif