Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPS: Inflasi Juni 2025 di Kalbar Capai 1,20 Persen

Novantar Ramses Negara • Kamis, 3 Juli 2025 | 08:56 WIB
Ilustrasi inflasi.
Ilustrasi inflasi.

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat terjadi inflasi secara tahunan sebesar 1,20 persen pada Juni 2025. Hal ini ditandai dengan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 106,43 pada Juni 2024 menjadi 107,71 pada Juni 2025.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh Saichudin, menjelaskan bahwa inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan harga pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran.

“Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,91 persen, diikuti kelompok pendidikan sebesar 2,60 persen, dan rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,84 persen,” jelas Saichudin di Pontianak, Selasa (1/7).

Selain itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami kenaikan 1,72 persen, makanan, minuman, dan tembakau naik 1,33 persen, sementara kelompok transportasi dan kesehatan masing-masing naik sebesar 1,05 persen dan 1,04 persen. Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tercatat meningkat sebesar 0,20 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,27 persen.

Namun demikian, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami penurunan harga, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,02 persen, dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,57 persen.

Menurut Saichudin, beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya adalah emas perhiasan, minyak goreng, ikan kembung, udang basah, kopi bubuk, ikan baung, ikan tongkol, cumi-cumi, mobil, dan daging babi.

Sementara itu, beberapa komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi y-on-y, seperti daging ayam ras, sawi hijau, ikan tenggiri, tomat, kol putih, cabai rawit dan merah, bawang putih, telepon seluler, serta kangkung.

Lanjut Saichudin, untuk inflasi secara bulanan, BPS Kalbar mencatat terjadi kenaikan sebesar 0,32 persen, sedangkan inflasi tahun kalender mencapai 0,83 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi m-to-m antara lain angkutan udara, bawang merah, ikan tongkol, wortel, beras, udang basah, tomat, daging ayam ras, ikan bandeng, dan ikan goreng,” sebut Saichudin.

Sementara komoditas penyumbang deflasi bulanan meliputi cabai rawit, kangkung, sawi hijau, bawang putih, cabai merah, ikan bawal, ikan kembung, dan angkutan laut.

Saichudin mengatakan dari sisi kontribusi terhadap inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat memberikan sumbangan tertinggi yaitu 0,47 persen, diikuti oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,26 persen, serta transportasi sebesar 0,12 persen.

Kelompok pendidikan menyumbang 0,10 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,11 persen, serta pakaian dan alas kaki 0,08 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kesehatan, dan rekreasi, olahraga, dan budaya masing-masing menyumbang 0,03 persen. Hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang memberikan andil terhadap deflasi, yakni sebesar 0,03 persen. (mse)

Editor : Hanif
#bps kalbar #juni 2025 #kalbar #IHK #inflasi tertinggi #inflasi #bps #inflasi tahunan