PONTIANAK POST — Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menerima audiensi dari Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalbar, Muhammad Firdaus, M.Pd., beserta jajaran, di ruang kerjanya, Rabu (2/7). Ia turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kalbar, Dra. Hj. Linda Purnama, M.Si., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Rita Hastarita, S.Sos., M.Si.
Dalam pertemuan tersebut, PGRI Kalbar mengusulkan agar Hj. Erlina ditetapkan sebagai Bunda Guru Kalimantan Barat, yang rencananya akan dilantik oleh Bunda Guru kabupaten/kota se-Kalbar. Selanjutnya, Bunda Guru Kalbar ini akan dikukuhkan oleh Titiek Soeharto, yang saat ini menjabat sebagai Bunda Guru Nasional.
Selain itu, Firdaus juga mengajukan permohonan agar peringatan Hari Guru tahun 2025 yang jatuh pada bulan November dapat dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Firdaus menyampaikan apresiasi atas pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Pemerintah Provinsi Kalbar, khususnya bagi para guru. Ia berharap para guru PPPK dapat bekerja lebih optimal di sekolah tempat mereka ditugaskan.
Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Ria Norsan menyatakan dukungannya, dengan catatan semua pengajuan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. “Karena Bunda Guru Nasional adalah Ibu Titiek Soeharto, dan kami sama-sama ‘anak kolong’ (putra-putri TNI), saya berharap beliau dapat hadir langsung dalam pelantikan Bunda Guru Kalimantan Barat nanti,” ujar Norsan.
Gubernur juga menyetujui usulan pelaksanaan Hari Guru di halaman kantornya, namun tetap meminta agar PGRI mengajukan permohonan secara tertulis. “Silakan diajukan lewat surat resmi atau proposal agar bisa diproses oleh perangkat daerah terkait,” tambahnya.
Terkait permasalahan guru honorer yang selama ini digaji melalui Dana BOS, Norsan menyatakan pihaknya akan mencari solusi yang lebih baik ke depan. “Mengingat ke depan kemungkinan penggunaan Dana BOS untuk guru honorer tidak lagi diperbolehkan, saya minta PGRI mendata guru-guru tersebut. Kita akan carikan jalan keluarnya,” imbuhnya. (mse)
Editor : Hanif