PONTIANAK POST - Sebanyak 90.620 paket bingkisan disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh Kalimantan Barat pada momen 10 Muharam, yang disebut juga sebagai Hari Lebaran Anak Yatim. Kegiatan ini dikemas dalam tajuk Peaceful Muharam; Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2025 dan digelar serentak seluruh Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia pada Jumat (4/7) lalu.
Di Kalimantan Barat, kegiatan berlangsung di Wisata Amal Zone, Sungai Kakap, Kubu Raya. Ketua Panitia, Ustaz Baidai yang merupakan pimpinan LAZ Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalbar mengungkapkan paket bingkisan yang telah dan akan disalurkan pada kegiatan ini berjumlah 90.620 paket bingkisan yang berasal dari Kanwil Kemenag Kalbar, DWP Kanwil Kemenag Kalbar, LAZNAS Baitulmaal Munzalan Indonesia, BAZNAS Prov. Kalbar, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menyampaikan bahwa kegiatan yang bertemakan "Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan" ini bukan sekedar seremonial belaka. Namun, diharapkan mampu meningkatkan kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab sosial masyarakat terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang inklusif.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Peaceful Muharam tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan hari keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama.
"Hari ini kita telah membagikan 90.620 paket dan telah diterima oleh mereka yang berhak menerimanya. Saya berharap ke depannya kita bisa melebarkan sayap kolaborasi dengan berbagai pihak tidak hanya Baznas, Laznas, dan LAZ saja. Namun, juga mungkin pemerintah daerah dan pihak swasta sehingga paket bingkisan yang dibagikan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas angkanya bisa semakin meningkat, agar kita bisa membahagiakan lebih banyak anak yatim dan juga penyandang disabilitas yang ada di Kalimantan Barat," ungkap Muhajirin. (mrd)
Editor : Hanif