PONTIANAK POST - Sebanyak 444 jemaah dan petugas haji asal Kubu Raya dan Sambas tiba di Asrama Haji Pontianak pada Minggu (6/7). Jemaah kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.
Namun, ada satu jemaah yang wafat di Mekkah usai melaksanakan rukun haji.
Jemaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 21 tiba di Debarkasi Batam tepat pada Minggu (6/7) pukul 01.1dini hari. Pada pagi harinya, jemaah kloter pertama dari Kalbar itu terbangkan dari Bandara Internasional Hang Nadim ke Bandara Supadio pada dengan tiga kali penerbangan.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan, turut membersamai jemaah kloter 21 pada penebangan pertama.
Ketua Kloter 21 BTH, Sudirmansyah menuturkan seluruh jemaah haji Kalbar kloter 21 dalam kondisi sehat wal’afiat. Namun, ada satu jemaah yang wafat di Mekkah usai melaksanakan rukun haji.
“Seluruh jemaah dapat melaksanakan rangkaian rukun haji dengan baik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jemaah meninggalkan Hotel pada Sabtu (5/7) Pukul 06:00 Waktu Arab Saudi (WAS). Durrat El Eiman 204, Sektor 2. Take off Bandara Madinah pada Sabtu, 5 Juli 2025 Pukul 12:55 WAS. Landing Bandara Hangnadim Batam, Ahad, 6 Juli 2025 Pukul 01:15. Rombongan ini terdiri dari 8 Petugas dengan ketua Kloter Sudirmansyah dan pembimbing Ibadah Mahmud.
Jumlah jemaah laki-laki sebanyak 231 dan Perempuan sebanyak 213. Jemaah haji yang masuk 2 orang atas nama Halimah dan Muhammad Ali Sidek.
Jemaah asal Sambas menginap satu malam di Asrama Haji Pontiamak. Kemudian pulang ke daerah masing-masing pada hari ini, Senin (7/7).
Jemaah kloter 22 dijadwalkan tiba di Pontianak pada hari ini. Jemaah berasal dari Mempawah (177 orang), Kubu Raya (181 orang), Kayong Utara (72 orang), Sambas (3 orang), Melawi (1 orang), TPHI: 1 orang, TPIHI 1 orang, TKHI 3 orang, KBIHU 1 orang, PHD 3. Dalam kloter ini terdapat satu orang yang meninggal dunia di tanah suci.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima Pontianak Post ada satu jemaah yang tertunda keberangkatannya karena sedang dirawat di Rumah Sakit Madinah. (mrd)
Editor : Hanif