Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Gubernur Norsan Dorong Wakaf Produktif Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Novantar Ramses Negara • Rabu, 9 Juli 2025 | 11:13 WIB
SAMBUTAN Gubernur Kalbar Ria Norsan saat memberi kata sambutan dalam pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalbar masa jabatan 2024–2027, di Pendopo Gubernur, Senin (7/7)
SAMBUTAN Gubernur Kalbar Ria Norsan saat memberi kata sambutan dalam pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalbar masa jabatan 2024–2027, di Pendopo Gubernur, Senin (7/7)

PONTIANAK POST — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial dan ekonomi. Hal ini disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalbar masa jabatan 2024–2027, serta pengurus BWI kabupaten/kota se-Kalimantan Barat masa jabatan 2025–2028, yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (7/7). Pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan dan pengukuhan oleh Wakil Ketua BWI Pusat, KH Tatang Astaruddin, disaksikan langsung oleh Gubernur Ria Norsan dan jajaran pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa wakaf bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga instrumen pembangunan umat yang memiliki potensi besar jika dikelola secara profesional. "Kalbar memiliki potensi wakaf yang sangat besar, tetapi belum tergarap optimal. Wakaf bisa diarahkan untuk mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya," ujarnya.

Ia juga mendorong pengurus BWI agar mengelola wakaf secara produktif dan adaptif, termasuk dengan memanfaatkan teknologi informasi. Norsan mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Malaysia, di mana dana wakaf berhasil digunakan untuk membangun pusat perbelanjaan, dengan keuntungan dialokasikan bagi masyarakat kurang mampu. “Saya ingin hal seperti itu bisa diterapkan di Kalbar. Wakaf produktif memungkinkan nilai pokok tetap utuh, tapi manfaatnya terus mengalir untuk masyarakat,” katanya.

Pemprov Kalbar, kata dia, siap memberikan dukungan penuh terhadap program BWI. Ia juga mengingatkan pentingnya menyucikan harta melalui wakaf dan sedekah. Ia mencontohkan, ASN Kalbar rutin menyisihkan 2,5 persen gaji mereka sebagai bentuk kepedulian sosial. "Kalau gaji empat juta, hanya seratus ribu yang kita sisihkan. Tapi insyaAllah sisanya membawa keberkahan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Ria Norsan berharap seluruh pengurus menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. “Yang kita kejar bukan hanya manfaat dunia, tetapi juga pahala di akhirat,” pesannya. Sementara itu, KH Tatang Astaruddin dari BWI Pusat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan wakaf sebagai kekuatan ekonomi umat. "Selama ini masyarakat masih memaknai wakaf sebatas makam, masjid, dan madrasah. Padahal wakaf bisa diarahkan ke sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial secara lebih luas,” tegasnya.

Ia menyoroti sejumlah program prioritas BWI Kalbar ke depan, termasuk peningkatan kapasitas nazhir, literasi wakaf, penguatan pengawasan aset, dan kolaborasi antarlembaga. Pengurus BWI Kalbar periode 2024–2027 kini diketuai oleh Brigjen Pol (Purn) Andi Musa, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kalbar. Ia menyatakan siap mengemban amanah tersebut dengan kerja sama semua pihak. “Saya tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemda, bupati/wali kota, dan seluruh stakeholder sangat dibutuhkan agar wakaf benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujar Andi Musa. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #Pilar Ekonomi Daerah #ekonomi umat #kalbar #Wakaf produktif #Pelantikan BWI