Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemprov Kalbar Percepat UHC Lewat Optimalisasi Kepesertaan JKN-KIS

Novantar Ramses Negara • Rabu, 9 Juli 2025 | 11:16 WIB
BUKA FORUM: Sekda Provinsi Kalbar dr. Harisson membuka Forum Penguatan Rekrutmen dan Keaktifan Peserta JKN di Ruang Rapat Arwana, Selasa (8/7). Kalbar masih butuh tambahan 280 ribu peserta
BUKA FORUM: Sekda Provinsi Kalbar dr. Harisson membuka Forum Penguatan Rekrutmen dan Keaktifan Peserta JKN di Ruang Rapat Arwana, Selasa (8/7). Kalbar masih butuh tambahan 280 ribu peserta

PONTIANAK POST — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC) dengan mendorong peningkatan cakupan dan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Komitmen ini ditegaskan dalam Forum Komunikasi Strategi Penguatan Rekrutmen, Cakupan, dan Keaktifan Peserta JKN yang digelar di Pontianak, Selasa (8/7), dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson.

Forum ini bertujuan mengevaluasi tantangan utama dalam pelaksanaan program JKN, terutama dalam menjaring peserta baru dan mengaktifkan kembali peserta yang belum memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. "UHC adalah mandat nasional untuk menjamin seluruh penduduk memperoleh layanan kesehatan yang menyeluruh, berkualitas, dan berkesinambungan. Di Kalbar, progresnya cukup baik, tapi masih ada tantangan signifikan yang harus kita tuntaskan," ujar Harisson.

Hingga 1 Juli 2025, jumlah peserta JKN-KIS di Kalbar tercatat 5.241.084 jiwa atau sekitar 92,82 persen dari total penduduk sebanyak 5.646.268 jiwa. Namun, tingkat keaktifan peserta masih berada di angka 67,90 persen. "Untuk mencapai target UHC sebesar 98 persen tahun ini, kita masih perlu menambah sekitar 280.386 peserta baru. Sedangkan untuk mendorong keaktifan peserta hingga 80 persen, masih dibutuhkan sekitar 771.948 jiwa peserta aktif," jelasnya saat memberikan sambutan di Ruang Rapat Arwana, Kantor Gubernur Kalbar.

Ia juga mengapresiasi sembilan daerah di Kalbar yang telah mencapai status UHC, yakni Kayong Utara, Pontianak, Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Landak, Melawi, Sintang, dan Ketapang. "Saya berharap daerah lainnya segera menyusul. Ini bukan semata soal angka, tapi soal pemenuhan hak dasar masyarakat untuk mendapatkan perlindungan kesehatan. Diperlukan komitmen lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program JKN," tambah Harisson.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direksi Wilayah IV BPJS Kesehatan, dr. Elsa Novelia, MKM., menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga demi mewujudkan UHC di Kalbar. "Forum ini menjadi momentum strategis untuk menggalang kekuatan bersama. Dengan kolaborasi yang solid, kami optimistis target UHC bisa tercapai. Seluruh masyarakat Kalimantan Barat harus mendapatkan akses layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkelanjutan," ujar Elsa. (mse)

Editor : Hanif
#harisson #komunikasi strategis #uhc #forum komunikasi #jkn kis #pemprov kalbar