Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wagub Krisantus Buka Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXI, Tegaskan Budaya Adalah Jati Diri

Novantar Ramses Negara • Kamis, 10 Juli 2025 | 12:16 WIB
SAMBUTAN: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan saat memberikan sambutan ketika membuka Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI.
SAMBUTAN: Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan saat memberikan sambutan ketika membuka Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI.

PONTIANAK POST — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara resmi membuka Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XXI pada Senin (7/7). Acara yang dipusatkan di Rumah Betang Raya Dori' Mpulor pada 7–9 Juli 2025 ini bertema “Dayak Bersahabat untuk Berkelanjutan". Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan bahwa Gawai Adat Nosu Minu Podi merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil kerja selama setahun penuh.

“Ini merupakan sebuah peringatan penting untuk terus mengabadikan dan melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya. Krisantus menekankan pentingnya menjaga jati diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.

Ia mengingatkan bahwa budaya Dayak harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak punah. “Kalau tidak dilakukan, kita bisa menjadi kelompok atau suku yang hilang ditelan zaman. Satu-satunya cara mempertahankan identitas adalah dengan terus merawat budaya Dayak, khususnya di Kabupaten Sanggau,” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Sanggau ini juga menyampaikan kebanggaannya atas wilayah yang telah membesarkan namanya. “Saya memulai karier dari nol di Sanggau. Semoga ke depan ada lagi putra-putri Sanggau yang menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur Kalbar,” harapnya.

Ia pun mengapresiasi pelaksanaan Gawai Nosu Minu Podi ke-21 yang dinilai semakin rapi dan semarak. “Tata cara pelaksanaannya luar biasa, kontingen datang dengan antusias dan penuh semangat. Semoga Gawai Dayak Sanggau semakin baik dan terdepan ke depannya,” ucap Krisantus.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM Dayak agar mampu bersaing dengan suku-suku lain di Indonesia. Terkait potensi wilayah, Krisantus menyinggung masih banyaknya pekerjaan rumah di Kalimantan Barat, terutama dalam hal infrastruktur. Ia menceritakan pengalamannya mengunjungi Kapuas Hulu dan menemukan masih banyak jembatan yang belum layak digunakan. “Di dua desa, saya melewati 34 jembatan yang harus dipasangi papan terlebih dahulu agar bisa dilewati mobil. Ini mencerminkan masih adanya kemiskinan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan pandangannya terkait program Keluarga Berencana (KB) dan pembagian anggaran dari pusat. “Saya menolak rumus transfer daerah yang hanya berdasarkan jumlah penduduk. Luas wilayah harus menjadi pertimbangan karena makin luas daerah, makin besar pula biaya pembangunannya,” katanya.

Krisantus turut menyoroti lemahnya dampak investasi terhadap kesejahteraan masyarakat, meskipun investasi di sektor perkebunan dan pertambangan terbilang besar. “Kalimantan Barat bukan hanya objek pencarian kekayaan, tetapi juga harus menjadi subjek yang mendapatkan manfaat kesejahteraan,” tegasnya.

Ia mengingatkan perusahaan-perusahaan agar mematuhi kebijakan pelat nomor kendaraan bermotor. “Kami bersama Gubernur telah menghapuskan denda mutasi pajak kendaraan. Jadi, perusahaan yang masih menggunakan kendaraan berpelat luar Kalbar harus menggantinya agar pajaknya masuk ke kas daerah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Krisantus mengajak seluruh masyarakat Dayak untuk bersatu membangun Kalimantan Barat. “Jangan ada lagi dikotomi. Kita semua adalah bagian dari Rumah Besar Dayak Kalimantan Barat. Mari bersatu, satu visi dan misi, menatap masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Setelah sambutan, Krisantus bersama tamu undangan memukul gong sebagai tanda dimulainya Gawai Dayak Nosu Minu Podi XXI. Ia juga melakukan penanaman pohon sebagai simbol pelestarian lingkungan. Acara ini dihadiri oleh Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si., Ketua TP-PKK Kabupaten Sanggau, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP, M.Si., perwakilan bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para kontingen dari tiap kecamatan di Sanggau. (mse)

Editor : Hanif
#jati diri #budaya Dayak #Krisantus Kurniawan #SDM #Wagub Kalbar #Gawai Dayak #Nosu Minu Podi