Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Dosen Teknologi Pertanian Polnep Kenalkan Pengendalian OPT Ramah Lingkungan kepada Petani Kubu Raya

Marsita Riandini • Jumat, 11 Juli 2025 | 15:52 WIB
Kelompok Tani Makmur Jaya, Kecamatan Rasau Jaya mengikuti kegiatan Iptek Budidaya Sayuran yang digelar Tim Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Pontianak, Kamis (10/7).
Kelompok Tani Makmur Jaya, Kecamatan Rasau Jaya mengikuti kegiatan Iptek Budidaya Sayuran yang digelar Tim Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Pontianak, Kamis (10/7).

PONTIANAK POST - Kelompok Tani Makmur Jaya, Kecamatan Rasau Jaya mengikuti kegiatan Iptek Budidaya Sayuran yang digelar Tim Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Pontianak, Kamis 10 Juli 2025. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Pelaksanaan ini berfokus pada budidaya sayuran dengan teknik substitusi pestisida sintetis-biopestisida secara tepat sebagai upaya mengurangi risiko residu kimia.

Kegiatan ini diketuai Danie Indra Yama, S.P., M.Sc dengan anggota Muliani, SP., M.Si , Zaenal Mutaqin, SP., MP , Tika Rahma Yunita, SP., M.Sc, Rista Delyani, SP., M.Si , Muhammad Ali, A.P., M.EIL , Donor Utomo Muhammad Susilo, S.TP., M.P, Ragil Putri Widyastutu, S.Si., M.Si., Okto Ivansyah, s.Si., M.T., Agato, S.T., M.Eng dari Jurusan Teknologi Pertanian. Pelaksanaan kegiatan ini dibiayai oleh DIPA Politeknik Negeri Pontianak 2025.

Ketua Tim, Danie Indra Yama, S.P., M.Sc mengatakan, tujuan pelaksannaan PKM yaitu membentuk pola pikir mitra terhadap biopestisida khususnya Trichoderma dalam penerapan penggunaan pestisida yang tepat, memberikan pengetahuan mitra berupa budidaya sayuran dengan teknik substitusi pestisida sintetis-biopestisida dengan menerapkan 6T dalam pengendalian OPT.

"Selain itu, meningkatkan keterampilan mitra dalam pengaplikasian pestisida sintetis-biopestisida Trichoderma sehingga dapat menurunkan penggunaan pestisida kimia dan meningkatkan Kesehatan tanah," ujarnya.

Tim juga memberikan bantuan peralatan berupa sprayer atau alat semprot yang digunakan untuk pengaplikasian pestisida, baik pestisida hayati Trichoderma maupun pestisida sintetis. "Apabila tujuan dari kegiatan ini dapat terwujud, maka kegiatan ini akan bermanfaat terhadap peningkatan pendapatan mitra karena dengan pengendalian OPT secara tepat dapat meningkatkan produktivitas maupun produksi tanaman," harapnya.

Kegiatan yang dilakukan bermula dari analisis kebutuhan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Kemudian perancangan yang dilakukan oleh tim setelah mendapat gambaran kondisi mitra, dilanjutkan penyuluhan dan pelatihan.

Penyuluhan dilakukan dengan memaparkan dan menjelaskan materi mengenai pentingnya penggunaan biopestisida Trichoderma dibandingkan dengan pestisida sintetis, pembuatan biopestisida dan pestisida nabati dan mendemonstrasikannya setelah itu dilakukam praktik langsung pengendalian OPT menggunakan pestisida hayati Trichoderma dan pestisida kimia. Pendampingan dilakukan dengan memastikan mitra melakukan pengendalian OPT lebih banyak menggunakan biopestisida Trichoderma dibandingkan dengan pestisida sintetis. Evaluasi dilakukan setelah kegiatan pelatihan selesai yaitu dua minggu setelah pengaplikasian biopestisida.

Kelompok tani ini beranggotakan 26 orang dengan rata-rata anggota dalam pengendalian OPT masih sangat tergantung dengan pestisida sintetis dengan dosis yang tidak sesuai. Mereka juga tidak menerapkan prinsip 6T dan tidak menggunakan APD saat pengendalian. Sedangkan untuk mengganti secara keseluruhan penggunaan pestisida sintetis ke biopestisida akan sulit dilakukan. Tidak semua anggota kelompok memiliki sarana-prasarana seperti sprayer atau alat semprot sehingga harus bergantian apabila ingin memakainya.

Melalui program yang dilaksanakan Tim Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Pontianak ini kendala yang dihadapi oleh kelompok tani Makmur Jaya yang berkaitan dengan sarana dan prasarana maupun kendala teknis dalam pengendalian OPT dapat mulai teratasi.

Teknologi ini cocok diaplikasikan di kelompok Tani Makmur Jaya untuk menekan penggunakan pestisida sintetis dan untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Selain itu dengan pengunaan biopestisida berbahan Trichoderma dapat mengendalikan OPT dan meningkatkan produksi sayuran khususnya cabai yang sedang dibudidayakan oleh petani

Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya, Sutiono sangat berterima kasih karena mendapat kesempatan untuk menerima pelatihan pengendalian OPT menggunakan biopestisida Trichoderma. Selama ini mereka masih menggunakan pestisida sintetik.

"Dengan adanya kegiatan ini pemikiran kami menjadi terbuka mengenai bahaya penggunaan pestisida kimia secara terus menerus dan kami akan mengurangi penggunaan pestisida sintetis dan beralih biopestisida seperti pestisida hayati Trichoderma. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan berharap pelatihan ini dapat berlanjut dengan program-program yang lainnya," pungkasnya.

Kegiatan ini di ikuti juga oleh perwakilan dari P3M politeknik negeri pontianak yaitu Sopia Harpidalinda, Dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa Teknologi Pertanian yaitu Dwi Isyana Achmad, S.Si., M.Si, Muhammad Rizal S.P., M.Sc, Kirana Fadhilah, S.P., M.P., Erwan, S.Si., M.Ling., Loko Jeremia Sembiring, S.P., M.Agr., Maidia Solfianti, S.P., M.P., Irvanji, S.Tr.P, Mauludin, S.Tr.P, Yudha Pratama, A.md, Aryan Rahmad Abdillah, Ahul Saputra, Kasianus Tomi. (mrd/ser)

Editor : Miftahul Khair
#petani #polnep #teknologi pertanian #pelatihan #pengendalian hama #dosen #Ramah Lingkungan #kubu raya