PONTIANAK POST - Tzu Chi bersama Polda Kalimantan Barat meminta masyarakat segera mendaftarkan diri dalam bakti sosial operasi katarak, hernia, bibir sumbing dan langit-langit (lelangit) gratis.
Serta meminta warga Kalbar untuk terus menyebarkan informasi ini kepada keluarga, tetangga, dan pihak lain terkait Baksos kesehatan ini.
Kegiatan ini secara khusus disiapkan Tzu Chi dan Polda untuk membantu masyarakat Kalbar.
Baksos diawali dengan screening peserta pada Sabtu, 23 Agustus 2025, pukul 08.00 - selesai.
Peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria tindakan akan menjalani operasi pada 29-30 Agustus 2025, pukul 08.00 - selesai.
Kegiatan dipusatkan di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo, Jl KS Tubun, Pontianak.
Syarat pendaftaran: fotocopy KTP dan Kartu Keluarga, surat keterangan dokter dan nomor WA yang dapat dihubungi.
Pendaftaran terakhir 16 Agustus 2025. Bagi masyarakat Kalbar yang membutuhkan layanan operasi katarak, hernia, serta bibir sumbing dan lelangit secara gratis dapat segera mendaftarkan diri ke Kantor Yayasan Budha Tzu Chi Pontianak.
Contact Person 0821-5435-8190 Tzu Chi Pontianak, 0852-4964-1346 Musyrifah, atau 0878-8498-8605 Jenny.
Ketua Panitia Baksos dari Tzu Chi Lina menyampaikan, ini baksos kesehatan ke-150 Tzu Chi di Indonesia.
Di Pontianak, Baksos ini yang kedua kali digelar Tzu Chi. Baksos pertama dilakukan pada 2013, Tzu Chi juga berkerjasama dengan RS Bhayangkara.
"Kami berupaya menggalang hati baik dari relawan umum dan relawan medis," katanya.
Baca Juga: Musim Kemarau, Dinkes Sanggau Imbau Warga Waspadai ISPA dan Diare
"Baksos ini terbuka untuk umum, gratis bagi warga Kalbar. Katarak kami menargetkan peserta 200 pasien operasi. Hernia kisaran 14-16 pasien. Bibir sumbing dan langit-langit sekitar 15 pasien. Khusus Katarak dan Hernia kami utamakan bagi yang belum pernah operasi," ujarnya di RS Bhayangkara, Jumat, 11 Juli 2025.
Pihaknya berharap baksos ini dapat membantu warga Kalbar dari yang tidak bisa lihat atau buram, setelah operasi bisa lihat kembali.
Pasien operasi hernia sembuh dan kerja kembali.
Anak-anak yang mendapat operasi bibir sumbing, masa depannya bisa lebih baik, tidak lagi minder.
Kepala RS Bhayangkara Pontianak, Kombes Pol drg Josep Ginting MARS MSi memberikan apresiasi kepada Tzu Chi terkait kerjasama tersebut.
"Ini kegiatan kedua. Pertama di 2013, pencapaian kita luar biasa dengan operasi katarak terbanyak yang dilakukan dalam satu hari di seluruh Indonesia," sebutnya.
"Luar biasa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Baksos tahun ini masih dalam rangka HUT Bhayangkara ke-79," katanya.
Terkait celah bibir dan celah lelangit, ia menekankan, persyaratan minimal yang terbaik, usia pasien minimal 6 bulan dan berat badan 10 kg.
Penderita berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan dan perkembangan.
Komplikasi yang mungkin timbul, meliputi kesulitan menyusu dan makan, gangguan pertumbuhan gigi, masalah pendengaran dan infeksi telinga, kesulitan berbicara dan berkomunikasi, serta masalah emosional dan sosial.
Selain itu, penderitanya juga akan lebih sering terserang infeksi saluran pernapasan atas.
“Karenanya, kami imbau masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan ini dengan mendaftarkan melalui nomor contact person yang tertera di pusat informasi,” ujarnya.
Tim medis Tzu Chi (TIMA) yang mendatangkan dokter ahli dari Jakarta bersama peralatannya.
Tim dokter ahli di RS Bhayangkara menjadi pendamping, khususnya ketika peserta yang mendaftar membeludak.
Bagi calon pasien di luar Kota Pontianak dan kesulitan terkait transportasi dapat menghubungi Polres atau Polsek terdekat untuk difasilitasi sampai ke Pontianak.
"Besar harapan kami Pemerintah Provinsi dan Kota Pontianak dapat menyediakan rumah singgah sebagai penampungan sementara calon pasien dan keluarganya. Dari rumah singgah ke rumah sakit, kami menyiapkan ambulan untuk antar jemput," katanya. (mde)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro