Dalam upaya meningkatkan transparansi informasi dan mempererat hubungan dengan media sebagai mitra strategis penyebaran informasi publik, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso menggelar kegiatan Hospital Tour dan Ekspose Pelayanan, Rabu (16/7). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Direktur mulai pukul 08.00 WIB.
IDIL AQSA AKBARY, Pontianak
DIREKTUR RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, menjelaskan sejumlah inovasi dan peningkatan fasilitas yang telah, dan sedang dikembangkan oleh rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat (Kalbar) tersebut.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah waktu tunggu pelayanan obat di instalasi farmasi. Menurut Hary, antrean obat kini sudah mengikuti standar waktu maksimal yang ditentukan.
"Kalau obat racikan itu memang waktunya satu jam. Tidak boleh lebih dari satu jam. Tapi kalau bukan racikan, hanya 30 menit. Dan alhamdulillah sejak awal tahun ini, standar itu sudah bisa kami penuhi," jelasnya saat mendampingi awak media dalam kunjungan ke kawasan rumah sakit.
Ia menambahkan, distribusi obat di RSUD Soedarso saat ini dilakukan melalui dua pola. Ada yang secara manual, dan melalui sistem e-resep. Dengan jumlah poli aktif sebanyak 34 setiap harinya, proses antrean tetap diperlukan, namun terus diupayakan lebih efisien.
"Kalau pasien menunggu, sebenarnya bisa saja terlayani tepat waktu, asalkan bukan obat racikan. Maka dari dimasukkan resep hingga menerima obat, maksimal hanya 30 menit," ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang bagi manajemen rumah sakit untuk menyampaikan perkembangan layanan dan fasilitas, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat Kalbar. (*)
Editor : Miftahul Khair