Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Karhutla Belum Terjadi di Kalbar, BPBD dan BMKG Terus Lakukan Pemantauan

Idil Aqsa Akbary • Kamis, 17 Juli 2025 | 13:54 WIB
PADAMKAN KARHUTLA: Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah titik di Kubu Raya.
PADAMKAN KARHUTLA: Tim gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah titik di Kubu Raya.

PONTIANAK POST – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) memastikan hingga pertengahan Juli 2025 belum ditemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalbar. Hal ini disampaikan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi dan Data BPBD Kalbar, Daniel.

"Untuk saat ini belum ada info karhutla, semua masih aman," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/7). siang.

Meski kondisi masih relatif aman, BPBD Kalbar terus melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya karhutla, terutama di wilayah-wilayah yang tergolong rawan.

Salah satunya dengan mendorong BPBD di kabupaten dan kota untuk meningkatkan patroli di lapangan. Petugas diminta membawa perlengkapan lengkap guna mendukung operasi pemadaman, pemblokiran, hingga pembasahan area yang berpotensi terbakar.

Selain itu, Pemprov Kalbar bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi ini bertujuan untuk menurunkan hujan buatan di kawasan kering guna mengurangi risiko kebakaran.

Di sisi lain, kata Daniel, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak juga terus memantau perkembangan titik panas di seluruh wilayah Kalbar. Pemantauan dilakukan melalui teknologi satelit dan radar cuaca untuk mendeteksi secara dini wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan suhu permukaan.

“Dengan upaya kolaboratif ini, kami berharap potensi karhutla di Kalbar bisa ditekan semaksimal mungkin sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar,” harapnya.

Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Fitri  mengatakan pada Selasa (15/7) cuaca diprakirakan dominan berawan. "Namun dibeberapa wilayah berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan perlu diwaspadai hujan yang terjadi dapat disertai kilat atau petir disertai angin kencang berdurasi singkat," paparnya.

Masyarakat juga diingatkan mulai 16 Juli 2025 berpotensi sangat mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan. "Untuk potensi terjadinya kemudahan kebakaran hutan dan lahan dalam satu minggu ke depan di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," katanya.

Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat  menjelaskan berdasarkan analisis curah hujan dasarian II yakni tanggal 11-20 Juli 2025 secara umum diprediksi kategori rendah hingga menengah dengan curah hujan berkisar antara 20-75 mm/das.

Analisis dasarian I  pada tanggal 01-10 Juli 2025 secara umum berkisar antara 70-150 mm/dasarian berada pada kategori Rendah hingga Menengah. Monitoring Hari Tanpa Hujan HTH terpanjang terjadi di Kalimantan Barat selama 11 hari dengan kategori Pendek, yaitu Landak (Senakin) dan Mempawah (Segedong).

Awal musim kemarau 2025 diprediksi akan terjadi pada Juli dasarian II untuk wilayah Ketapang bagian utara dan Melawi bagian barat-selatan, Kayong Utara bagian timur. 

Agustus dasarian II untuk wilayah Kayong Utara bagian barat, sebagian Kubu Raya bagian selatan. Prediksi curah hujan di Kalimantan Barat pada Dasarian II (tanggal 11-20) Juli 2025 secara umum dipengaruhi oleh ENSO, IOD, OLR, serta gerak angin yang menyebabkan berkurangnya curah hujan di Kalimantan Barat dengan kategon rendah hingga menengah.

Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini, ENSO, IOD, anomali suhu muka laut dijelaskan bahwa ENSO sebesar -0.11 (netral), diprediksi fase netral akan berlanjut hingga semester kedua tahun 2025.

Indeks IOD sebesar -0,14 (netral), diprediksi tetap berada pada fase Netral hingga semester kedua tahun 20253. Anomali suhu muka laut sekitar perairan Kalimantan Barat berada pada kondisi lebih hangat dari normalnya.

MJO diprediksi aktif pada fase 5 di akhir dasarian, anomali OLR di Kalimantan Barat secara umum diprediksi netral hingga positif yang menandakan berkurangnya hujan di awal dan akhir dasarian. Selain itu, gerak angin timuran diprediksi dominan di wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Barat. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#bmkg #bpbd #karhutla #pemantauan