Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Bapanas dan Bulog Kawal Penyaluran Bantuan Pangan di Pontianak

Arief Nugroho • Jumat, 18 Juli 2025 | 08:36 WIB
BANTUAN PANGAN: Suasana penyaluran bantuan bahan pangan oleh Perum BULOG Kanwil Kalbar bersama Bapanas.
BANTUAN PANGAN: Suasana penyaluran bantuan bahan pangan oleh Perum BULOG Kanwil Kalbar bersama Bapanas.

PONTIANAK POST - Perum Bulog Kanwil Kalimantan Barat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengawal penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat, salah satunya di Kota Pontianak, Kamis (17/7). Pengawasan ini merupakan bagian dari Program Nasional Bantuan Pangan yang bertujuan meringankan beban masyarakat serta menjadi salah satu langkah percepatan pemulihan ekonomi di triwulan ketiga, sebagaimana diinstruksikan oleh Presiden RI pada tanggal 2 Juli 2025 lalu.

Kegiatan ini dipimpin Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan, Rachmi Widiriani. Ia mengunjungi beberapa titik penyaluran di Kota Pontianak, seperti Kelurahan Tengah, Kelurahan Mariana, dan Kelurahan PAL V.

“Penyaluran bantuan pangan ini bukan hanya program perlindungan sosial, tetapi juga salah satu stimulus ekonomi nasional di kuartal III, sesuai dengan arahan Presiden. Kami di Kalimantan Barat hari ini menyaksikan langsung bagaimana program dilaksanakan dengan baik di lapangan,” ujarnya.

Menurut Rachmi, program bantuan ini menyasar kelompok masyarakat rentan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem satu data nasional yang menjadi rujukan dalam penyaluran bantuan.

Secara keseluruhan, Kalbar memiliki 294.760 Penerima Bantuan Pangan (PBP), yang masing-masing menerima dua karung beras 10 kilogram untuk alokasi bulan Juni dan Juli. Artinya, total kuantum beras yang disalurkan di Kalbar mencapai 5.895.200 kilogram (5.895 ton).

Untuk Kota Pontianak, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 20.126 KPM, dengan total beras yang disalurkan sebanyak 402.520 kilogram.

 “Beras yang dibagikan berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan telah melalui proses pengecekan kualitas. Hasilnya, kualitas beras baik dan layak untuk dikonsumsi masyarakat,” jelas Rachmi.

Ia menambahkan, secara nasional, program ini menyasar 18.770.083 Penerima Bantuan Pangan di seluruh Indonesia, dengan alokasi yang sama (Juni-Juli), yaitu dua karung beras masing-masing 10 kilogram per PBP.

 

Pastikan Distribusi Aman dan Sesuai Waktu

Proses distribusi bantuan pangan di Kalbar dikelola oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Kalbar. Dalam kegiatan monitoring, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar, Dedi Aprilyadi, turut mendampingi dan memberikan penjelasan teknis di lapangan.

 “Hari ini sudah lebih dari 100 ton beras kami salurkan di tiga wilayah yakni Kota Pontianak, Singkawang, dan Ketapang. Penyaluran akan terus dilakukan hingga seluruh kuota tersalurkan maksimal 31 Juli 2025, sesuai dengan tenggat waktu dari pemerintah,” terang Dedi.

Menurutnya, untuk Kalbar, alokasi bantuan mencapai 2.947.600 kilogram (2.947 ton) per bulan. Karena alokasi Juni dan Juli disalurkan sekaligus, maka totalnya menjadi 5.895.200 kilogram untuk dua bulan alokasi. Proses distribusi dilakukan menggunakan sistem digital dan pelaporan secara real time untuk memastikan akurasi dan transparansi data.

 “Penyaluran bantuan menggunakan aplikasi digital dan pemutakhiran data penerima secara daring, sehingga semua proses dapat dipantau langsung dan dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Setelah monitoring di lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan Launching Penyaluran Bantuan Pangan Tahap II yang berlangsung secara resmi di Pendopo Gubernur Kalbar.

Kegiatan ini menjadi simbol komitmen antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan bahwa bantuan pangan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga menjadi penopang daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung dalam menurunkan beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, serta mendukung stabilitas ekonomi lokal dan nasional.

Program bantuan pangan merupakan kolaborasi lintas sektor antara Badan Pangan Nasional sebagai pelaksana kebijakan, dan Perum Bulog sebagai operator distribusi di lapangan, serta didukung penuh oleh pemerintah daerah. Dengan pendekatan satu data, sinergi pusat-daerah, dan pengawasan ketat, diharapkan bantuan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. (arf)

Editor : Hanif
#Pemulihan Ekonomi #Bapanas #DTSEN #bantuan pangan #pontianak #bulog