PONTIANAK POST - Ketua Satgas Halal Kalimantan Barat, Kaharudin mengajak. masyarakat sukseskan percepatan sertifikasi halal di Kalimantan Barat. Pihaknya juga memperkuat peran penyuluh dalam proses sertifikasi halal. Menurut Kaharudin, dukungan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan sehingga target yang diharapkan segera tercapai.
"Dukungan dari berbagai elemen, termasuk lembaga pendidikan keagamaan dan ormas Islam, akan menjadi kunci keberhasilan percepatan sertifikasi halal di Kalimantan Barat," ungkapnya.
Dalam rangka memperkuat peran strategis penyuluh agama Islam dalam fasilitasi sertifikasi halal, Satuan Tugas Halal Provinsi Kalimantan Barat telah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional bertema “Koordinasi P3H dari Penyuluh Agama Islam” yang digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara daring, Kamis (17/7).
Menurut Kaharudin, rapat koordinasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) melalui mekanisme self declare bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB melalui platform Zoom Meeting, diikuti oleh seluruh Satgas Halal provinsi se-Indonesia, termasuk dari Kalimantan Barat. Berbagai materi didapat dalam kegiatan ini seperti peran Direktorat Jaminan Produk Halal dalam sertifikasi halal dengan menekankan pentingnya. dasar hukum dan koordinasi antar lini dalam memastikan percepatan target sertifikasi halal.
Kemudian capaian 2025 serta strategi efisiensi pelaksanaan sertifikasi halal berbasis digitalisasi dan penguatan layanan daerah. Kegiatan ini juga Membahas teknis pengajuan dan verifikasi sertifikasi halal secara daring dan pelibatan penyuluh agama Islam dalam mendampingi pelaku UMK.
"Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan tercapai beberapa tujuan penting, yaitu lahirnya kesamaan persepsi bahwa sertifikasi produk halal merupakan tanggung jawab bersama, baik oleh pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat," jelasnya.
Tujuan lainnya, terbangunnya komitmen bersama untuk menyukseskan percepatan fasilitasi sertifikasi halal berbasis self declare. Kemudian terciptanya langkah-langkah kongkrit untuk mencapai target sertifikasi halal yang telah ditetapkan BPJPH untuk Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2025. Kaharudin, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan koordinasi yang dinilainya sangat strategis.
“Melalui forum ini, kita diperkuat secara regulasi, teknis, dan semangat kolaborasi. Kita berharap Satgas Halal Kalbar bisa bekerja lebih terarah dan terukur dalam mencapai target yang ditetapkan oleh BPJPH, dengan menjalin sinergi antara penyuluh, pelaku UMK, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi pijakan penting dalam membangun sistem jaminan produk halal yang menyeluruh, efisien, dan melayani umat secara optimal. (mrd)
Editor : Hanif