PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin mendorong agar ke depan honor untuk pembayaran musisi kafe yang bermain di kafe dengan jumlah konsumen tinggi dapat ditingkatkan. Demikian dikatakannya saat menghadiri kegiatan empat tahun komunitas musik kafe Pontianak, belum lama ini.
“Musisi kafe ini merupakan bagian dari salah satu hiburan di tempat usaha milik pelaku usaha. Dari sampaian teman-teman musisi kafe, mereka berharap ke depan pembayaran manggung mereka bisa ditingkatkan,” ujar Satarudin.
Satar melihat, beberapa kafe dan warung kopi saat ini cukup banyak pengunjungnya. Terutama kafe-kafe yang menyediakan live musik. Geliat tumbuhnya pemain musik juga semakin banyak. Sebagian dari mereka menjadikan manggung dari kafe ke kafe sebagai tempat untuk mencari nafkah.
Dari keluhan teman-teman musisi kafe saat ini harga bayar manggung yang dibayar pemilik kafe masih jauh dari kata sejahtera. Bahkan ada yang dibayar dengan alakadarnya. Ini disayangkan Satar.
Menurutnya, jika tempat usaha mereka ramai karena kehadiran musik, sudah semestinya bayaran yang didapat juga harus pantas. Pemerintah dirasa juga mesti mendengarkan keluhan dari para musisi kafe di Pontianak.
Sebab jika pemberlakuan harga yang sesuai bisa didapatkan teman-teman musisi kafe secara sendiri, pendapatan mereka juga bisa meningkat. Dengan adanya peningkatan penghasilan dari panggung satu ke lainnya, pemerintah juga bisa membantu meningkatkan penghasilan musisi kafe saat manggung. “Ini juga sebagai upaya menurunkan angka pengangguran,” katanya.
Sebagai upaya untuk peningkatan pendapatan musisi kafe, bisa dimulai dengan mendata kafe-kafe yang memiliki pangsa pasar konsumen yang banyak didatangi. Kemudian kafe tersebut juga memiliki live musik. Ketika pendapatan mereka tinggi, memang harus ada aturan tentang berapa nominal untuk mereka membayar musisi saat manggung. “Contoh bisa dilakukan di kafe-kafe grade a dulu,” ujarnya.
Di tempat sama, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pontianak, Rizal mengungkap kurang lebih terdapat seribuan kafe yang membuka usaha. Menurutnya ini menjadi peluang bagi teman-teman musisi kafe. Selain bisa menyalurkan hobi musiknya, mereka bisa mendapat penghasilan dari sini.
Mengenai tarif per sekali manggung saat ini mungkin tergantung dari kesepakatan pemilik kafe dan musisi tersebut. Namun dia pribadi berharap jika bayaran musisi kafe ini bisa terus ditingkatkan. Dengan demikian mereka juga bisa memberikan pertunjukan yang maksimal untuk para pengunjung. Sebab diketahuinya untuk biaya latihan music dan peralatan mereka harganya juga tidak murah. Pastinya seni harus dihargai dengan bayaran pantas.(iza)
Editor : Miftahul Khair