Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketua DPRD Dukung Wacana Pontianak Punya Pusat Perbelanjaan Handphone

Mirza Ahmad Muin • Sabtu, 26 Juli 2025 | 12:28 WIB
Satarudin
Satarudin

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pontianak dan pihak manajemen dari Matahari Mal, sebagai tindak lanjut dari pertemuan bersama teman-teman teknisi ponsel Kalimantan Barat yang menginginkan di kota ini memiliki pusat perbelanjaan HP.

“Belum lama ini teman-teman dari komunitas teknisi ponsel Kalbar bertemu dengan saya. Ada banyak hal disampaikan di pertemuan itu, salah satunya, teman-teman menginginkan agar Kota Pontianak memiliki satu tempat untuk pasar jual beli HP,” ujar Satarudin kepada Pontianak Post, Jumat (25/7).

Menurutnya lokasi jual beli HP yang berada di Kapuas Plaza masih menjadi tanda tanya. Sebab gedung tersebut informasinya akan dioperasikan kembali menjadi hotel. Ketika hotel di sana kembali beroperasi, maka penjualan HP dan aksesoris kemungkinan harus pindah.

Para komunitas teknisi ponsel mengatakan, jika mereka harus dipindah dari lokasi tersebut tidak mengapa. Namun mereka meminta agar ada lokasi baru yang bisa dijadikan sebagai tempat mereka mencari rezeki.

Tempat yang mereka inginkan kata Satarudin di Mal Matahari. Menurut mereka lokasi Mal Matahari sangat strategis untuk dijadikan sebagai pusat perbelanjaan HP dan aksesoris. Mereka juga tidak mempermasalahkan jika lokasi tersebut harus sewa.

“Kalau Matahari ini kan milik swasta, saya rasa tidak sulit untuk merealisasikannya. Tinggal dikomunikasikan saja. Pemkot Pontianak bisa menjadi jembatan komunikasi teman-teman teknisi ponsel Kalbar ini,” ujarnya.

Apalagi dari cerita mereka, penghasilan pelaku usaha teknisi dan jual beli HP ini cukup menjanjikan. Paling sedikit bisa menghasilkan Rp 5 juta dalam sebulan. Angka itu sudah melebihi dari UMK di Kota Pontianak di angka Rp 2,8 juta perbulan.

Menurutnya, teknisi hp dan jual beli ini harus diberikan ruang. Jika mereka hanya meminta tempat sebagai pusat jual beli HP, harus disambut baik oleh Pemkot Pontianak.

Dengan adanya pusat perbelanjaan HP dan aksesorisnya, akan menciptakan ruang ekonomi baru sekaligus lapangan kerja khususnya bagi masyarakat Kota Pontianak.

Jika ada pusat perbelanjaan HP, masyarakat dari luar Kota Pontianak ketika mau mencari atau membetulkan HP akan datang ke sini. “Ini peluang besar. Semua masyarakat menggunakan HP. Artinya, ada banyak perputaran uang untuk bisnis jual beli dan perbaikan HP ini. Sebagai kota barang dan jasa, hal-hal seperti ini memang harus kita dukung,” ujar Satarudin. (iza)

Editor : Miftahul Khair
#ketua dprd #pusat perbelanjaan #ponsel #handphone #Pelaku Usaha #pontianak