Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

KAHMI Kalbar Siap Kawal Isu Strategis Nasional untuk Kemajuan Bangsa

Novantar Ramses Negara • Senin, 28 Juli 2025 | 10:50 WIB
KOMITMEN: Foto bersama antara Gubernur Ria Norsan, Ketua Kahmi Kalbar Harisson dan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda saat pelantikan Pengurus Wilayah KAHMI KLB
KOMITMEN: Foto bersama antara Gubernur Ria Norsan, Ketua Kahmi Kalbar Harisson dan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda saat pelantikan Pengurus Wilayah KAHMI KLB

PONTIANAK POST - Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Barat, Harisson, menyatakan pihaknya siap menjadi motor penggerak perubahan melalui pengawalan isu-isu nasional yang strategis. Sejalan dengan agenda Rakornas dan Silatnas KAHMI I 2025, organisasi ini menegaskan perannya dalam memperjuangkan ketahanan pangan, kemandirian energi, penguatan pendidikan, serta mendorong reformasi politik yang berkeadaban.

Hal ini disampaikan dalam pelantikan Pengurus Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalbar periode 2025–2030 yang berlangsung semarak dan sarat semangat kebangsaan di Istana Rakyat (Pendopo Kalbar), Sabtu (26/7) malam.

Pelantikan turut dihadiri oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda, Gubernur Kalbar H. Ria Norsan, serta para tokoh nasional dan alumni HMI dari berbagai lintas generasi.

Ketua KAHMI Kalbar yang baru saja dilantik, Harisson, menyampaikan rasa syukur dan komitmen mendalam untuk memajukan KAHMI sebagai organisasi strategis yang berdampak luas bagi umat dan bangsa.

“Hari ini kita mulai babak baru dalam perjalanan KAHMI Kalbar. Ini bukan sekadar jabatan, tapi amanah intelektual dan moral untuk mengangkat kiprah organisasi agar makin kuat, tangguh, dan relevan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa KAHMI bukan sekadar wadah para alumni, melainkan rumah besar intelektual Muslim Indonesia yang harus mampu menjawab tantangan zaman. KAHMI Kalbar, ujarnya, akan konsisten mengawal isu-isu kebangsaan seperti kedaulatan pangan, kemandirian energi, kualitas pendidikan, dan etika politik berperadaban.

Harisson juga menyebut pentingnya memperkuat konsolidasi intelektual, mendorong ekonomi kader, serta memperluas kontribusi di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Ia menyebut bahwa nilai-nilai intelektual yang membumi harus menjadi ruh gerakan KAHMI Kalbar.

Pada kesempatan itu, Gubernur Ria Norsan turut menyampaikan sambutan emosional. Ia mengenang perjuangan masa mudanya sebagai kader HMI, saat idealisme tumbuh di tengah segala keterbatasan.

“Setiap kali mendengar lagu perjuangan HMI, saya teringat betapa beratnya dulu kami berjuang. Air mata bisa jatuh mengingat semangat masa itu,” kata Norsan.

Ia mengajak seluruh alumni HMI untuk bersatu dalam pengabdian membangun Kalbar, bukan hanya dengan retorika, tapi dengan kerja nyata dan kolaborasi ide-ide progresif yang membawa dampak.

“Perubahan tidak cukup dengan jargon. Ia harus dibuktikan lewat kerja bersama dan kontribusi konkret,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Dr. M. Rifqinizamy Karsayuda memberikan pidato panjang yang memuat refleksi pribadi dan arah gerakan nasional. Ia berbagi pengalaman sebagai Ketua MD KAHMI Banjarmasin hingga menjadi Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI.

Ia menekankan pentingnya kaderisasi berkelanjutan dalam tubuh HMI. “Jika pengkaderan berhenti, maka alumni pun tak akan lahir. Jangan biarkan sumber kader HMI mengering,” serunya.

Rifqi juga menyoroti masih lemahnya kekuatan KAHMI dalam sektor usaha dan bisnis. Ia menyebut Ria Norsan sebagai contoh kader sukses yang mampu membangun kekuatan ekonomi dan politik secara mandiri.

“Kita punya banyak doktor dan profesor, tapi sedikit sekali wirausahawan. Untuk menjadi pemimpin yang kuat, dasar ekonominya harus mandiri,” ucapnya menekankan.

Ia juga mengingatkan agar KAHMI Kalbar menjadi organisasi yang menjunjung adab, inklusivitas, serta menghindari gaya konfrontatif dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, cara penyampaian harus sejalan dengan nilai-nilai intelektual dan etika Islam.

Menutup pidatonya, Rifqi mengumumkan agenda besar KAHMI nasional berupa silaturahmi regional yang akan dilaksanakan di enam wilayah strategis Indonesia, yakni Batam, Ibu Kota Nusantara, Makassar, Ternate, Bandung, dan Semarang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat jaringan, membangun komunikasi solid, dan mengokohkan persatuan antar-wilayah. (mse)

Editor : Hanif
#ria norsan #isu strategis #pendidikan #pangan #harisson #KAHMI KALBAR #energi #Reformasi politik #Komitmen