PONTIANAK POST - Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Kapuas mengawali kiprahnya dengan menggelar seminar bertema “Menyusuri Jejak Geologi Sungai Terpanjang di Indonesia: Geowisata Delta Sungai Kapuas.”
Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkenalkan konsep geowisata kepada pelaku pariwisata dan masyarakat di Kalimantan Barat.
Seminar yang berlangsung di Pontianak itu dihadiri 30 partisipan dari beragam unsur, mulai dari pengelola kapal wisata, desa dan kampung wisata, pemandu wisata, anggota Saka Bahari, hingga komunitas pecinta alam dan akademisi.
Ketua PGWI Kapuas, Herfin Yulianto, menyebut potensi geowisata Delta Kapuas sangat besar untuk dikembangkan.
“Pontianak memiliki kekayaan geologi dan budaya yang bisa dikemas menjadi daya tarik wisata. Melalui seminar ini, kami ingin memantik diskusi agar geowisata menjadi tren baru sekaligus peluang usaha yang menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Dua narasumber hadir mengisi materi, yakni IAGI Kalimantan Barat yang memaparkan kondisi geologi Delta Sungai Kapuas beserta potensi interpretasi wisatanya, dan PGWI Kapuas yang mengulas peran pemandu geowisata dalam merangkai storytelling menarik untuk wisatawan.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi:
-
08.00 – 08.15 | Registrasi peserta
-
08.15 – 08.30 | Pembukaan
-
08.30 – 09.00 | Pemaparan materi IAGI Kalbar
-
09.00 – 09.30 | Pemaparan materi PGWI Kapuas
-
09.30 – 10.00 | Tanya jawab
-
10.00 | Penutupan
Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, sejak lama menjadi nadi kehidupan masyarakat Pontianak.
Melalui pengembangan geowisata, kawasan Delta Kapuas diyakini dapat menjadi destinasi baru yang memadukan keindahan alam, edukasi geologi, dan peluang ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM.
Seminar ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, mempertemukan gagasan dari praktisi wisata, komunitas, dan akademisi.
PGWI Kapuas berharap kegiatan ini menjadi awal gerakan bersama untuk membangun geowisata berkelanjutan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro