PONTIANAK POST — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk waspada terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama di Kabupaten Kubu Raya. Wilayah ini disebut memiliki potensi kerawanan tinggi karena sebagian besar lahannya merupakan lahan gambut. "Sekitar 78 persen wilayah Kabupaten Kubu Raya adalah lahan gambut. Ini menjadi faktor utama yang membuat daerah ini sangat rentan terhadap kebakaran,” ujar Krisantus, Senin(28/7) di Pontianak.
Lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan karena api bisa merambat ke bawah permukaan tanah. Jika tidak ditangani cepat, kebakaran di lahan gambut bisa menyebar luas dan menyebabkan kabut asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Untuk mengantisipasi bencana tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat telah menempatkan personel dan peralatan di Pontianak, khususnya di wilayah Kabupaten Kubu Raya. BNPB juga membantu dengan menyediakan alat pemadaman canggih dan melakukan modifikasi cuaca berupa hujan buatan. "Upaya pencegahan sudah dimulai. BNPB sudah standby dan membantu kami dengan alat pemadaman serta program hujan buatan untuk meningkatkan kelembapan udara dan tanah,” jelas Krisantus.
Meski demikian, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat belum menetapkan status tanggap darurat Karhutla. Krisantus menjelaskan, keputusan tersebut akan dievaluasi secara berkala tergantung pada kondisi cuaca dan sebaran titik panas (hotspot) yang terpantau oleh satelit. “Belum ada penetapan status tanggap darurat, tapi kita semua harus siaga. Pencegahan dini adalah kunci utama agar Karhutla tidak meluas seperti tahun-tahun sebelumnya,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melapor jika menemukan asap atau api di area gambut. Kerja sama antara pemerintah, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat dinilai sangat penting dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kebakaran.
Dengan kesiapan alat, dukungan dari BNPB, dan upaya pencegahan dini, Kalimantan Barat dipastikan mampu melewati musim rawan Karhutla tahun ini tanpa bencana asap besar yang mengganggu kesehatan dan perekonomian masyarakat. (den)
Editor : Hanif