Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketua DPRD Pontianak Terima Aspirasi Warga Soal Saluran dan Lahan Pemakaman Umum

Mirza Ahmad Muin • Selasa, 29 Juli 2025 | 10:36 WIB
Satarudin
Satarudin

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin banyak menerima berbagai masukan dari RT dan RW di wilayah Kecamatan Pontianak Selatan dan Tenggara ketika melakukan reses kemarin. Persoalan penataan saluran sampai ajuan pemakaman umum yang kini semakin sulit menjadi perhatiannya.

“Saya sudah bertemu RT dan RW di Kecamatan Pontianak Selatan dan Tenggara saat reses kemarin. Ada banyak keluhan dan aspirasi yang disampaikan RT dan RW di sana. Perhatian paling dominan memang soal kebutuhan infrastruktur dasar,” ujar Satarudin kepada Pontianak Post, Senin (28/7).

Seperti keluhan masyarakat terkait banjir ketika hujan deras disertai pasang air laut, sudah semestinya normalisasi parit dilakukan berkelanjutan. Ini memang harus dilakukan perbaikan, sebab jika genangan dibiarkan lama-lama juga akan merusak aspal dan beton jalan yang sudah dibangun.

Dia juga melihat, kondisi parit-parit semakin kecil, belum lagi terjadi sedimentasi sehingga mengakibatkan parit tak mampu berfungsi dengan optimal. Alhasil inilah yang terjadi. Air sampai meluber ke jalan, bahkan juga sampai ke halaman dan masuk ke rumah warga. Selain soal normalisasi parit, beberapa masyarakat juga meminta untuk lanjutan perbaikan jalan lingkungan.

“Kalau pengerjaan jalan lingkungan ini memang setiap tahun kami alokasikan anggarannya. Jadi pasti tersentuh di tahun ini,” ujarnya.

Yang agak rumit dan menjadi tantangan Pemkot Pontianak sekarang adalah keterbatasan lahan pemakaman umum. Pemkot Pontianak sebetulnya sudah mengalokasikan anggaran untuk membeli lahan pemakaman. Namun memang belum didapatkan lahannya.

Seperti di daerah Tenggara atau Selatan terutama daerah pinggiran, dimungkinkan bisa direalisasikan pemakaman umum yang dikelola Pemkot Pontianak. Tantangannya kini tinggal persoalan lahannya. Jika ada lahan dan bisa dibeli, maka ke depan akan terdapat tambahan lahan untuk pemakaman masyarakat Kota Pontianak.

Satar berharap satu kecamatan memiliki lahan pemakaman. Dengan demikian ketika terjadi kematian masyarakat tak sulit untuk melakukan penguburan karena lahan masih tersedia.

“Di reses ini masyarakat daerah Pontianak Tenggara dan Selatan juga masih mengeluhkan kualitas air PDAM yang pada musim kemarau warnanya berubah kuning bahkan hingga coklat. Saya berharap, di jajaran dirut baru nanti, bisa menyikapi persoalan ini. Apa yang dikatakan masyarakat itu benar. Dalam pelayanan PDAM harus berinovasi. Jangan stagnan dan merasa puasa. Salah satunya harus melakukan perbaikan produksi air terutama pada musim kemarau,” ujarnya.(iza)

Editor : Hanif
#ketua dprd #keluhan warga #satarudin #dprd pontianak #reses #lahan pemakaman #saluran