PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmen serius terhadap masa depan pendidikan anak-anak miskin dan miskin ekstrem. Gubernur Kalbar Ria Norsan secara langsung mengunjungi rumah calon siswa Sekolah Rakyat di Jalan Komyos Sudarso, Perum 2, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak, Selasa (29/7), sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keberlangsungan program nasional tersebut.
Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang digagas pemerintah Indonesia untuk memberikan pendidikan gratis secara menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini mencakup biaya pendidikan, asrama, makan, seragam, hingga kebutuhan dasar lainnya, dengan tujuan utama menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi kelompok paling rentan.
Gubernur Norsan menyambut baik kehadiran Sekolah Rakyat di Kalbar. Ia mengungkapkan bahwa Pemprov telah menyiapkan lahan di eks BLKI Pontianak untuk mendukung pendirian sekolah tersebut. “Hari ini saya meninjau langsung kondisi rumah calon siswa yang akan direkrut Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekolah ini akan menampung siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem pendidikan berasrama dan tanpa biaya. “Rinciannya, ada 25 siswa untuk SD, 20 siswa untuk SMP, dan 40 siswa untuk SMA yang dibagi menjadi dua kelas. Pada tahap awal, sekolah dan asrama akan menggunakan lokasi di Jalan BLKI. Kita juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Singkawang,” paparnya.
Selain itu, Norsan juga memaparkan rencana pendirian Sekolah Garuda, yakni sekolah unggulan berbasis asrama khusus untuk jenjang SMA. Sama seperti Sekolah Rakyat, seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan siswa akan ditanggung negara. “Program ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” tegasnya.
“Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, menargetkan Indonesia siap menghadapi 2045. Maka dari itu, kita harus mulai mempersiapkan generasi penerus sejak dini melalui program-program seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda,” ucap Norsan.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat memiliki sejumlah keunggulan utama: pendidikan gratis tanpa seleksi akademik ketat, penerimaan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan survei lapangan, sistem asrama, serta penekanan pada pendidikan karakter dan keterampilan hidup. Kunjungan ini menegaskan keseriusan Pemprov Kalbar dalam mendukung implementasi Sekolah Rakyat. Melalui pendidikan gratis dan sistem boarding school, Kalbar menargetkan lahirnya generasi unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (mse)
Editor : Hanif