PONTIANAK POST - Kalimantan Barat menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award 2024, provinsi ini berhasil meraih predikat sebagai Wilayah Implementasi Terbaik kategori Provinsi. Capaian ini diraih berkat tingginya jumlah pelajar yang telah memiliki rekening tabungan aktif. Pendekatan budaya jadi salah satu upaya yang ditempuh.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2024, sebanyak 869.326 pelajar dari jenjang TK hingga SMA/SMK/sederajat telah memiliki rekening tabungan. Angka ini setara dengan 95,25 persen dari total pelajar.
"(Angka ini) terealisasi di atas target nasional KEJAR 2024 sebesar 88 persen," ujarnya dalam kampanye Ayo Menabung & Puncak Literasi Anak Tiga Etnis Kalimantan Barat, Sabtu (3/7).
Berdasarkan Survei Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) OJK Tahun 2022, Indeks Literasi Keuangan Kalimantan Barat tercatat sebesar 51,95 persen, atau lebih tinggi dari rata-rata nasional 49,68 persen, sementara untuk Indeks Inklusi Keuangan tercatat sebesar 84,16 persen, sedikit di bawah rata-rata nasional 85,10 persen.
"Program akselerasi dan perluasan Program Simpanan Pelajar Telah menjadi salah satu program TPAKD Kalbar melalui implementasi literasi dan kampanye ayo menabung secara masif," ucapnya.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kalbar terus berupaya mendorong implementasi KEJAR di 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat, berupa penerbitan Surat Edaran KEJAR oleh Bupati/Walikota, baik melalui Surat Gubernur maupun rapat rutin TPAKD se-Kalimantan Barat.
Selain itu, pihaknya juga mendorong program Simpanan Pelajar (Simpel/Simpel iB) dan Pembiayaan Beasiswa Pendidikan (PBP), memperluas peranan kelompok pelajar, sebagai Agen Inklusi Keuangan melalui Program Bank Mini. Program ini dibentuk dengan tujuan untuk mendorong pembentukan dan penguatan karakter dan disiplin menabung pada pelajar tingkat SMA/SMK/sederajat dan sebagai wadah pembelajaran dan praktek langsung perbankan sederhana.
Sementara itu, peringatan Hari Indonesia Menabung tahun 2025 akan mengusung tema “Cerdas Menabung untuk Indonesia Emas dan Gemilang”. Ini sebagai langkah untuk memperkuat kebiasaan menabung dan pemanfaatan layanan keuangan secara bijak oleh pelajar.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Rochma Hidayati, turut menyampaikan pentingnya pendekatan budaya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya kolektif.
"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, untuk menanamkan kebiasaan menabung. Ini bukan sekadar soal menyisihkan uang, tapi juga soal menahan diri, menunda kesenangan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa membangun generasi yang tangguh dan cerdas secara finansial merupakan pekerjaan bersama. “Kita ingin membentuk generasi yang kokoh dan cerdas,” tegas Rochma. (sti)
Editor : Hanif