PONTIANAK POST - Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat memprediksi awal musim kemarau tahun 2025 terjadi pada Agustus dasarian II (11-20 Agustus) terutama wilayah Kayong Utara bagian barat, dan sebagian Kubu Raya bagian selatan.
Prediksi curah hujan di Kalimantan Barat pada Dasarian I yakni tanggal 01-10 Agustus 2025 secara umum dipengaruhi oleh suhu permukaan laut sekitar Kalimantan Barat yang menyebabkan sedikit meningkatnya curah hujan dengan kategori rendah hingga menengah.
Peningkatan curah hujan ini diprediksi dapat mengurangi titik panas. Meski demikian, perlu diwaspadai berkurangnya ketersediaan air dan potensi tinggi munculnya hotspot, terutama sekitar Sambas dan Ketapang.
Titik curah hujan di Kalimantan Barat pada Dasarian I tanggal 01-10 Agustus 2025 secara umum dipengaruhi oleh ENSO, IOD, OLR serta gerak angin yang menyebabkan meningkatnya curah hujan di Kalimantan Barat dengan kategori rendah hingga menengah.
Curah hujan berkisar antara 20-75 mm/dasarian. Sifat hujan secara umum diprediksi bawah normal hingga normal. Terkait potensi banjir, sebagian besar diprediksi aman kecuali sebagian Kapuas Hulu dan Sintang pada kategori rendah. Potensi terkena banjir pada areal penanaman padi.
Berdasarkan analisis dasarian II, tanggal 21-31Juli 2025, curah hujan di Kalbar berkisar antara 0-50 mm/dasarian berada pada kategori rendah. Curah hujan tertinggi sebesar 132 mm/dasarian terjadi Mempawah (Peniraman) dengan kategori menengah.Sifat Hujan atas normal terjadi di wilayah Kapuas Hulu, Sintang, Landak, Mempawah, dan Bengkayang . Hari tanpa hujan terpanjang terjadi di Kalimantan Barat selama 21 hari dengan kategori Panjang, yaitu Teluk Pakedai-Kubu Raya, Sadaniang-Mempawah dan Jawai-Sambas.
Sementara itu, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Iskandar mengatakan, berdasarkan prakiraan angin di 3000 kaki, pada Selasa (5/8) di wilayah Kalbar, angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 15 knot.
"Secara umum cuaca di Kalbar diprakirakan hujan ringan hingga lebat, terutama pada siang hingga malam hari. Waspadai hujan disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat," katanya.
Masyarakat tetap masih harus waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. "Untuk kemudahan kebakaran hutan dan lahan pada satu minggu ke depan berada pada kategori cukup hingga mudah terbakar," tambahnya.
Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tanggal 03 Agustus 2025 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 04 Agustus 2025 Pukul 07.00 WIB
masih terdapat jarak pandang di bawah 1000 meter yang terjadi di Kubu Raya dan Sintang. Tidak terdapat suhu udara ekstrem. Suhu udara tertinggi yaitu 34.2°C terjadi di Pontianak.
Suhu udara rata-rata berkisar 26.4°C hingga 28.0°C. Sementara suhu udara terendah adalah 21.8°C di Kubu Raya. Terjadi hujan di seluruh titik pengamatan.Curah hujan tertinggi terjadi di Ketapang yaitu 89.5 mm/hari. Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 24 Knot di Kubu Raya. Arah angin dominan dari arah Timur - Barat. (mrd)
Editor : Hanif