PONTIANAK POST — Jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kapuas Hulu, semangat persiapan semakin bergelora. Panitia resmi meluncurkan logo dan maskot MTQ XXXIII di Pendopo Gubernur Kalbar pada Kamis (7/8/2025). Pada saat yang sama, para qari dan qari’ah Kalbar yang meraih prestasi di MTQ Nasional 2024 turut menerima bonus penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalbar.
MTQ XXXIII Kalbar akan digelar pada 14–20 September 2025 di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan ini akan menjadi ajang kompetisi Al-Qur’an terbesar di Kalbar dengan menghadirkan kafilah dari seluruh kabupaten/kota.
Ketua Umum LPTQ Kalbar, Brigjen (Pol) Purn Andi Musa dalam laporannya menyampaikan bahwa persiapan panitia sudah mencapai 80 persen. LPTQ Kalbar juga telah dua kali melakukan asistensi langsung ke Putussibau untuk memantau progres lapangan dan kesiapan teknis.
“Penetapan peserta akan dilaksanakan pada 28 Agustus 2025 di Putussibau. Saat itu, utusan kabupaten/kota juga bisa langsung mengecek tempat penginapan dan lokasi perlombaan,” ujar Andi Musa.
Menurutnya, seluruh nama dewan hakim telah ditetapkan dan tinggal menunggu pengesahan resmi dari Gubernur Kalbar. Orientasi dewan hakim dijadwalkan 13 September 2025.
Pada MTQ XXXIII ini akan diperlombakan 9 cabang dan 23 golongan, di antaranya Tilawah Al-Qur’an (anak-anak, remaja, dewasa), Tartil Al-Quran, Hifzh Al-Qur’an 1, 5, 10, 20, dan 30 juz, Tafsir Al-Qur’an (Bahasa Arab, Inggris, Indonesia), Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khattil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Musabaqah Maqalah Al-Qur’an.
Pemprov Kalbar juga menyerahkan bonus penghargaan kepada para kafilah Kalbar yang meraih juara di MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur sebagai bentuk apresiasi. Di antaranya, Siti Farhatun Nufus Juara I Cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Tuna Netra Putri Rp50 juta, Wildan Azizi Juara Harapan 2 Cabang Tartil Putra Rp9 juta, Juliana Wulandari Juara Harapan 2 Cabang Tartil Putri Rp9 juta dan Fitri Patonah Juara Harapan 3 Cabang Tilawah Anak-anak Putri Rp8 juta.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, selaku Ketua Umum Panitia MTQ XXXIII, menyampaikan kesiapan daerahnya untuk menjadi tuan rumah. Ia menganggap MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan juga momen mempererat persaudaraan dan memupuk nilai religius masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan menjadikan Kapuas Hulu sebagai tuan rumah. Ini sebuah kehormatan dan amanah yang akan kami jaga,” ungkap Fransiskus.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan mengapresiasi kerja keras panitia dan LPTQ. Ia menegaskan bahwa ekspos dan peluncuran logo ini menjadi langkah awal menuju suksesnya MTQ.
“MTQ bukan sekadar ajang mencari juara. Ia adalah sarana membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Nilai luhur Al-Qur’an juga mengajarkan kita untuk hidup rukun, termasuk dengan umat agama lain,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar dewan hakim bertindak objektif dan profesional agar melahirkan juara-juara terbaik yang bisa bersaing di tingkat nasional. Bahkan, ia membuka peluang untuk mengirim para juara mengikuti pelatihan lanjutan agar lebih siap berlaga di ajang nasional.
Acara kemudian ditutup dengan launching resmi logo dan maskot MTQ XXXIII oleh Gubernur Kalbar. Dalam prosesi tersebut, maskot secara simbolis diserahkan oleh Bupati Kapuas Hulu kepada Gubernur Kalbar serta perwakilan bupati dan wali kota dari seluruh daerah di Kalbar. (*)
Editor : Miftahul Khair