PONTIANAK POST – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat provinsi. Acara peluncuran logo dan maskot MTQ digelar di Pendopo Gubernur Kalbar pada Kamis (7/8), menandai dimulainya persiapan menuju kompetisi keagamaan terbesar di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi atas kesiapan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai tuan rumah. Ia menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi bagian dari syiar Islam yang memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral masyarakat. “MTQ ini bukan hanya soal mencari juara, tapi menjadi momentum untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Muslim,” ujar Norsan.
Pemerintah Provinsi Kalbar, lanjutnya, akan memberikan dukungan penuh secara finansial dan moral, termasuk bagi para juara yang nantinya akan mewakili daerah ke tingkat nasional. Logo MTQ ke-33 yang diluncurkan didominasi warna kuning, hijau, dan putih. Unsur-unsur visual dalam logo memuat makna mendalam. Sementara, kubah masjid melambangkan Masjid Baiturrahman Bunut Hilir, yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Selanjutnya, menara masjid terinspirasi dari Masjid Darunnajah dan Masjid Agung Putussibau.
Lalu, ada tiga pilar menggambarkan semangat gotong royong. Motif Dayak dan ikan Arwana Super Red menjadi sentuhan lokal yang mempertegas identitas Kalbar. Adapun maskot resmi berupa arwana merah tampil mengenakan baju teluk belanga, kopiah hitam, sarung songket, serta rompi tenun sidan khas Kapuas Hulu.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyatakan bahwa penunjukan sebagai tuan rumah adalah kehormatan besar. “MTQ menjadi ruang ekspresi kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat kami,” ujar Fransiskus.
Ketua LPTQ Kalbar, Andi Musa, mengungkapkan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini diikuti peserta dari 14 kabupaten/kota dengan total 1.155 partisipan, termasuk peserta, ofisial, dewan hakim, dan tim asistensi. Pendaftaran peserta dibuka hingga 15 Agustus 2025, dan hingga 7 Agustus tercatat 334 peserta telah mendaftar. Saat ini, progres persiapan telah mencapai 80 persen, dan panitia menargetkan selesai dalam waktu dekat.
Agenda penting lain adalah technical meeting pada 28 Agustus dan orientasi Dewan Hakim yang dijadwalkan 13 September 2025 di Gedung Satu Atap, fasilitas baru yang juga menjadi salah satu pusat kegiatan MTQ tahun ini. MTQ ke-33 Kalbar diharapkan menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas kabupaten/kota dan mengokohkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Acara peluncuran turut dihadiri oleh anggota Forkopimda Kalbar, Sekda Provinsi Kalbar, para bupati/wali kota, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, serta jajaran perangkat daerah. (mse)
Editor : Hanif